Lampung

Pengakuan Dokter Soal Peraturan BPJS Kesehatan Bikin Keluarga Pasien Gigit Jari

Ilustrasi BPJS Kesehatan (Lampost.dok)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- SEORANG dokter spesialis di Bandar Lampung mengaku tidak bisa berbuat banyak selain memulangkan pasiennya meski belum dalam kondisi sehat, Minggu (9/9/2018). Hal itu lantaran terbentur peraturan BPJS Kesehatan.

Dokter spesialis saraf yang tidak disebutkan namanya ini menjelaskan bahwa peraturan BPJS Kesehatan untuk pasien peserta BPJS Kesehatan hanya lima hari rawat inap yang ditanggung, jika lebih dari lima hari pasien harus bayar pribadi.



Hal itu ia jelaskan kepada salah satu pasien di rumah sakit tipe C di Kota Tapis Berseri, Minggu (9/9/2018). Saat melakukan visit, dokter ini bertanya kepada suster, sudah berapa hari pasien tersebut dirawat. Sang suster menjawab sudah lima hari. Mendengar jawaban suster, dia mengatakan kepada pasien, sudah boleh pulang. 

"Ibu kan bisa makan bisa minum, cuma nunggu obat, kalau mau ditambah harinya tidak bisa, karena peraturan  BPJS itu kalau di rumah sakit tipe c cuma lima hari, kalau lebih lima hari bayar sendiri," kata dokter ini menjelaskan dengan ramah.

Dia melanjutkan, jika sudah lima hari namun kondisi pasien masih gawat, maka dapat dirujuk ke rumah sakit tipe B. "Kalau pasiennya gawat baru dirujuk ke rs tipe b, nah itu bisa sepuluh harian," kata dia.

Karena tidak gawat darurat, dokter ini tidak bisa merujuk pasien ke rs setingkat diatasnya.

Keluarga pasien ini pun tidak bisa berbuat banyak selain mengikuti apa yang disampaikan dokter senior tersebut. "Ya sudah tidak apa-apa, mau gimana lagi, aturannya gitu kan, kami tidak ngerti, iya iya saja," kata Deswan keluarga pasien itu.

 

 

Komentar