Lampung

Penanaman Bantuan Bibit Bawang Merah oleh Poktan di Pesibar Sebagian Besar Terealisasi dengan Baik

Bantuan bibit bawang merah pada kelompok tani (Poktan) di Pekon Rawas masih banyak yang disimpan. (Lampost.co/Deta Citrawan)

KRUI (Lampost.co) -- Realisasi penanaman bantuan bibit bawang merah di Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar) terbilang cukup lancar terkecuali dengan permasalahan yang dialami oleh Kelompok Tani (Poktan) Tunas Baru Pekon Rawas, Kecamatan Pesisir Tengah.

Kepala Dinas Pertanian (Distan), Jalaludin, mengatakan bahwa tahun 2018 Pesibar menerima kucuran bantuan bibit bawang merah melalui Program Tugas Pembantuan Pemprov Lampung yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). "Untuk Pesibar sendiri menerima bantuan sebanyak 40 ton bibit bawang merah untuk ditanam di lahan seluas 40 hektare," ujarnya, Rabu (29/8/2018).  



Pihaknya menjelaskan, Sebelumnya beberapa ketua kelompok tani (poktan) yang menerima kucuran bantuan tersebut sudah diberangkatkan ke Brebes, Jawa Tengah untuk mengikuti pendidikan terkait tatacara dan teknis penanaman bawang merah.

"Sebelum mereka (poktan) menerima, sudah dibekali terlebih dahulu dengan ilmu dalam penanaman bawang merah di Brebes. Sehingga tidak ada alasan bagi petani untuk tidak tahu cara menanam dan merawat, hingga memanen bawang merah," jelasnya.

Menurut Jalal, sejauh ini berdasarkan hasil pemeriksaan langsung ke lapangan, realisasi yang dilakukan oleh para poktan yang lain berjalan lancar tanpa ada hambatan.

"Semua poktan sudah melakukan penanaman bibit tersebut dan sekarang perkembangannya cukup baik. Justru saya juga bingung dengan Poktan Tunas Baru itu yang sampai sekarang bibit bawang merahnya belum ditanam. Karena didaerah lain penanaman berjalan lancar dan segala persiapan yang dibutuhkan memang sudah disiapkan sejak jauh hari," kata dia.

Dijelaskannya, biaya dalam penanaman bawang merah dimaksud diakui memang membutuhkan dana yang cukup besar. Untuk lahan 1 hektare saja, angka minimal yang dibutuhkan mencapai Rp100 juta.

"Seharusnya tidak ada alasan bagi poktan untuk tidak menanam bibit bawang merahnya. Apalagi terbentur masalah dana, karena pada dasarnya setiap poktan sudah tahu konsekwensi tersebut. Dan lagi kenapa minta bibit banyak jika memang realisasinya poktan tidak sanggup," jelasnya.

Masih kata jalal, sekitar 4.000 ribu hektare sawah di Pesibar merupakan sawah tadah hujan. Karenanya, Jalal bermaksud menjadikan Pesibar sebagai kabupaten sentra bawang merah. "Melihat dari sisi kontur lahan, Pesibar sangat cocok untuk itu," kata dia.

Komentar