Feature

Pemudik Ini Kehilangan Kardus Oleh-oleh Pakaian Baru Untuk Anak & Istri

Pemudik ini kehilangan barang bawaannya buat lebaran keluara. (foto;lampost/deni)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)'--Rencana Lebaran dengan membelikan baju buat keluarga pupus, Solihun Saputra (26), nampak bingung terduduk disebuah kursi di pos pelayanan Polresta Bandar Lampung di terminal Rajabasa Minggu (10/6/218), pagi. Pemudik tujuan Lampung Tengah ini kehilangan kardus besar berisi pakaian baru yang rencananya akan menjadi oleh-oleh untuk istri, anak, dan saudaranya di kampung halaman.

Perasaan campur aduk nampak jelas di wajahnya. pria anak satu ini  karena kardus itulah satu-satunya oleh oleh untuk diberikan kepada sang istri, serta sanak saudara, terutama perlengkapan anaknya yang baru berusia dua bulan. Perasaan kesal juga terlihat jelas, pasalnya tidak ada tanggungjawab dari pihak bus yang ia tumpangi dari Bakauheni menuju Rajabasa.



Solihun, yang mudik dari Tangerang menuju Gayabaru, Lampung Tengah menceritakan, dari Tangerang ia diantar oleh temannya ke Pelabuhan Merak, kemudian melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Bakauheni. Setibanya di Bakauheni, Solihun dan dua rekannya naik bus berwarna putih yang diketahui bus Bumi Nusantara.

Saat itu dini hari, ketika hendak naik ke bus Solihun ditanya kernet terkait barang bawaan. Karena kardus yang ia bawa besar, sehingga si kernet meminta tidak membawa ke dalam bus, namun akan ditaruh di bagasi. "Saya lihat kardus saya yang isi pakaian barus semua itu sudah dipegang oleh kernet, aman berarti ya, saya masuk ke bus," kata Solihun saat diwawancarai di posyan Polresta Bandar Lampung di terminal Rajabasa, Minggu (10/6/2018), sekitar pukul 06.05.

Betapa kagetnya ketika tiba di terminal Rajabasa, Solihun tidak mendapai kardus tersebut yang nilai uangnya diperkirakan lebih dari Rp1,5 juta itu. Sudah dicari di bagasi bus, bahkan ke atap bus tapi kardus itu tidak ditemukan. Dia pun mempertanyakan ke kernet bus tapi tidak ada tanggungjawab atas kehilangan itu. Lantas dia mendatangi pos pelayanan kepolisian untuk mengadukan hal itu. Namun sejam lebih belum ditemukan mobil yang tadi membawanya dari Bakauheni.
Dia menjelaskan ada dua kemungkinan yang terjadi dengan kardusnya itu. Kemungkinan pertama, si kernet lupa memasukkan kardus ke dalam bagasi bus saat di Bakauheni. Kemungkinan kedua, kernet salah menurunkan barang, karena sepanjang jalan dari Bakauheni ke Rajabasa beberapa kali bus yang ia tumpangi menurunkan penumpang dan barang bawaan.

Diapun menyayangkan sikap pihak bus yang tidak bertanggungjawab yang pergi begitu saja. Kini ia pun bingung karena pulang ke kampung halaman tanpa ada yang ia bawa. Padahal selain pakaian, terdapat juga perlengkapan bayinya.

Kehilangan juga dialami kakak adik Angga (28) Nia (21), yang juga mudik dari Tangerang ke daerah Gotong Royong, Lampung Tengah.

Mereka kehilangan dompet berisi uang tunai sekitar Rp60 ribu dan satu unit ponsel merk Blackberry. Nia menduga ponsel dan dompetnya diambil oleh awak bus.

"Di Kalibalok, hape saya masih bunyi. Sampai di terminal, kami turun, saya lupa bawa tas saya yang isinya dompet dan hape. Saat itu saya turun terakhir. Akhirnya saya cek lagi ke bus, ada tas saya sudah tergeletak di lantai bus dalam keadaan terbuka, dompet dan hape saya sudah tidak ada, saya tanya kernet bilang tidak tahu, dan mereka buru-buru menyuruh pergi, saya curiga mereka yang ambil, sudah lapor ke polisi, pas bus itu lewat, polisinya lagi pergi ke toilet," kata Nia di pos polisi.

Mereka masih menunggu jemputan keluarganya dari Lampung Tengah karena sudah tak punya uang untuk ongkos. "Ya uangnya hilang, ATM juga di dompet ilkut hilang, ada juga npwp di dompet itu," kata dia. 

Komentar