Lampung Membangun

Pemkab Mesuji Akan Bangun Kompleks Olahraga dan Rumah Dinas Bupati

Kadis PUPR, Huminsa Lubis didampingi Anggota DPRD, Dedi Mulyadi Cek lokasi PKOR dan rumdis bupati seluas 20 ha di Desa Berasan Makmur, Tanjungraya, Mesuji, Kamis(15/2/2018).(Foto:Lampost/Juan S)

MESUJI (Lampost.co)--Pemkab Mesuji akan bangun pusat olahraga di Desa Berasan Makmur, Kecamatan Tanjungraya, dengan luas lahan 20 hektar yang berdampingan dengan komplek sekolah Terpadu di Desa Muktikarya, Kecamatan Pancajaya.
Lokasi itu akan dibangun berbagai fasilitas olahraga. Mulai dari stadion, joging track,  kemudian mess atlet. Pembangunan fisik akan dimulai Tahun 2019. Sedangkan perencanaan akan dimulai pada pertengahan 2018. 

Menurut Kadis PU Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mesuji, Huminsa Lubis, ditemui dilokasi lahan, Kamis (15/2/2018),  pusat olahraga Kabupaten Mesuji mulai dibangun Tahun 2019. "Kita akan lengkapi bertahap, mulai dari stadion hingga wisma atlit," ujarnya.
Selain itu, di komplek tersebut juga akan di bangun rumah jabatan bupati dan wakil bupati Mesuji. Bahkan, pengembangan kedepan, ungkap Lubis, akan disiapkan lokasi untuk Kodim Mesuji. 



Dikesempatan sama, Anggota DPRD Mesuji, Dedi Mulyadi, menyambut baik rencana Pemkab untuk membangun pusat olahraga atau PKOR. "Bahkan kalau bisa kita pikirkan juga di komplek ini kita sediakan gedung untuk pertemuan, diklat, resepsi atau lainnya. Sehingga dengan adanya kegiatan olahraga, aktivitas pemda, wilayah ini menjadi ramai, yang secara langsung meningkatkan dan menggerakkan ekonomi warga sekitar," ujarnya.

Kepala  Desa Berasan Makmur, Suwaris, mengatakan pihaknya menghibahkan tanah untuk digunakan Pemkab agar desa menjadi ramai. "Kita ingin desa ini maju. Kami sepakat untuk hibahkan tanah desa 20 ha untuk pembangunan PKOR dan rumdis bupati dan wakil bupati. Ini investasi jangka panjang. Pasti manfaatnya dirasakan bukan saat ini saja tapi puluhan tahun kedepan," ujarnya.
Ia juga berterimakasih kepada Bupati Khamami yang telah membantu penyelesaian eksekusi lahan desa 78 ha yang sebelumnya dikuasai oleh Alwi, warga Tulangbawang. "Melalui proses panjang di pengadilan, akhirnya, lahan yang dijual sepihak oleh oknum aparat kepala desa bisa kembali dimiliki desa, "ungkapnya.
Sebelumnya, Bupati Khamami mengatakan jika lokasi lahan hibah akan dimanfaatkan untuk PKOR. "Ya, kita upayakan lahan itu agar kembali dikuasai yang berhak, yakni pihak desa. Akhirnya, dengan segala upaya kita, hingga menempuh jalur pengadilan, warga bisa menang. Kemarin, ratusan warga ke rumdis menemui saya, untuk berterimakasih. Saya titip agar proses pembangunan yang pemda lakukan di lokasi, didukung dan dikawal," ujarnya.

Komentar