Ekonomi dan Bisnis

Pasar Tradisional Masih Diminati Warga Pesisir Barat.

Suasana Pasar Minggu, Pekon Negeriratu Ngambur, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (6/9/2018). (Lampost.co/Deta Citrawan)

KRUI (Lampost.co) -- Meskipun saat ini minimarket telah merambah ke berbagai pelosok desa, namun pasar tradisional tetap diminati dan menjadi daya tarik bagi masyarakat.

Selain serba lengkap, di pasar tradisional harga pun bisa ditawar. Seperti di Pekon Negeriratu Ngambur, Kecamatan Ngambur, Kabupaten Pesisir Barat, pasar tradisionalnya berlangsung selama dua hari yakni hari Minggu dan Kamis.



Tak heran karena pasar tradisional berlangsung pada Minggu, Pekon Negeriratu Ngambur juga dikenal sebagai Pasar Minggu.

Pada kedua hari tersebut, para pedagang berlomba-lomba menjajakan barang dagangannya, mulai dari sembako, ikan, udang, kepiting, pakaian, perlengkapan  sekolah, alat-alat pertanian dan segala macam peralatan dapur ada di pasar tradisonal Pasar Minggu.

Pedagangnya berasal dari berbagai suku dan daerah. Ada suku Jawa, Padang, Sunda, Semendo, Lampung bahkan suku Batak juga ada. Di situlah mengapa pasar tradional di Pasar Minggu Negeriratu Ngambur selalu ramai dikunjungi pedagang dan pembeli.

"Daya beli masyarakatnya cukup tinggi. Setiap berjualan barang dagangan kami pasti terjual banyak," kata Mamak Dul Talib penjual ikan, Kamis (6/9/2018).

Selain itu, Ponidi (60) pedagang tempe asal Pekon Sumber Agung mengaku, setiap berjualan di pasar tradisonal Pasar Minggu, daganganya selalu habis. Kalaupun tersisa hanya sedikit saja.

"Dari berjualan tempe saya bisa menyekolahkan anak, membeli kebun dan sawah serta membuat rumah. Alhamdulillah berkat jualan tempe saya bisa merubah nasib," kata Ponidi yang sudah 20 tahun lebih menekuni jualan tempe.

Hal senada juga diungkapkan Bu De Fatmi, dengan berjualan sayur mayur dan berbagai bumbu dapur, dirinya juga dapat mengumpulkan sedikit keuntungan dari berjualan untuk menghidupi keluarganya.

"Kami berharap pasar tradisional di Pekon Negeriratu tetap ramai dikunjungi para pembeli, sebab dari sinilah rezeki kami (para pedagang) mengalir ," ujar Fatmi yang mengaku sudah berjualan di pasar tradisional Pasar Minggu selama 24 tahun.

Komentar