Kriminal

Oknum Pengukur Tanah Kanwil BPN Sudah Nikmati Uang Korban Rp100 Juta

Wakapolda Lampung Brigjenpol Angesta Romano Yoyol (foto:dok.Lampost.co)


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Oknum staf pengukur tanah Kanwil  Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lampung, berinsial EI warga Way Halim yang ditangkap Subdit III Tipikor, Ditreskrimum Polda Lampung, sudah beberapa kali menarik uang ilegal kepada korbannya A, warga Sukarame.

Wakapolda Lampung Brigjenpol Angesta Romano  Yoyol membenarkan penangkapan tersebut. "Ia benar, masih diperiksa di Krimsus," ujarnya kepada Lampost.co, Rabu (5/9/2018).



Sementara Wadirreskrimsus Polda Lampung AKBP Eko Sudaryanto mengatakan, korban hendak membuat sertifikat tanah, yang luasannya diperkirakan mencapai 34 hektare pada tahun 2017, yang letaknya di kabupaten Pesawaran.

Atas hal tersebut, korban diminta uang lebih dari sekali yakni, Rp25 juta, kemudian Rp25 juta, Rp50 juta, dan terakhir Rp50 juta.

Total sudah ada Rp150 juta yang diambil oleh pelaku, namun sertifikat tanah tersebut belum juga cair.

"Jadi sejak 2017 bertemu dengan pelaku yang katanya bisa mengurus sertifikat tanah, dan sudah berapa kali dibayarkan, tapi tak kunjung jadi, kemudian ketika ditanya lagi pada tahun 2018 ini, malah korban diminta lagi uang Rp 50 juta," ujarnya kepada Lampost.co.

Pelaku, dibekuk di rumah makan Kampung Bamboe Way Halim, Selasa  (4/9/2018) sore. Saat itu pelaku mengarahkan agar korban kembali memberikan uang tunai Rp50 juta di lokasi yang dijanjikan. Ketika bertemu dan uang tersebut diambil oleh pelaku, aparat langsung membekuk EI di dalam mobil miliknya berjenis Kijang Inova hitam dengan plat nomor BE 1736 BB.

"Jadi sudah Rp100 juta yang diambil oleh pelaku dari korban, nah yang terakhir dia minta lagi 50 juta, dan kita amankan," katanya. 

Komentar