Tumbai

Ngeberus, Pengobatan Tradisional Lampung (1)

Aneka rempah memiliki khasiat obat tradisional. (Ilustrasi/Googel image)

PENGOBATAN tradisional atau pengobatan dengan obat-obatan herbal saat ini kembali diminati sebagian masyarakat. Sebab, pengobatan modern dinilai memiliki efek samping, terutama terhadap kesehatan organ ginjal dan hati, karena banyak mengandung bahan-bahan kimia berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Metode pengobatan dengan kembali ke alam atau back to nature seperti pengobatan tradisional dipilih kembali sebagai salah satu cara alternatif. Sebab, pengobatan dengan menggunakan ramuan herbal dinilai hampir tidak memiliki efek samping bagi kesehatan tubuh manusia.



Kebudayaan yang ada dalam masyarakat tradisional memiliki visi anthropocosmic, yaitu adanya hubungan erat manusia sebagai bagian dari alam. Antara manusia dan alam tidak dipisahkan, ia menjadi satu kesatuan kosmos yang saling memengaruhi satu sama lain. Berangkat dari pemikiran itulah nenek moyang kita mempelajari dan mendapatkan banyak hal dari alam dan lingkungan, salah satunya adalah mengenai obat-obatan.

Lampung adalah wilayah yang kaya, selain kaya akan adat budaya dan nilai sosial, Lampung juga memiliki pengetahuan atau teknologi berupa obat-obatan tradisional yang dipakai untuk mengobati berbagai macam penyakit medis. Mulai dari keseleo, patah tulang, atau penyakit yang disebabkan oleh serangan virus. Kemudian bakteri maupun penyakit nonmedis yang disebabkan gangguan makhluk gaib (tegor-tegoran) ataupun penyakit karena pengaruh ketidak seimbangan hubungan manusia dengan alam.

Ada berbagai macam tanaman dan tumbuhan yang dipercaya secara turun-temurun dapat dijadikan sebagai obat alami, seperti kunyit, madu, dan telur itik sebagai obat mag. Daun jambu biji sebagai obat diare, daun cabai sebagai obat sakit kepala, daun kedondong sebagai obat flu, daun kemangi sebagai obat kembung, serta daun lawas sebagai obat sakit perut dan muntah-muntah.

Kemudian daun pare sebagai obat panas tinggi, bawang merah sebagai obat masuk angin, kemiri sebagai obat keseleo, dan daun serai sebagai obat rematik. Lalu, tanaman obat lainnya seperti bawang putih, air kelapa muda (degan), jamur merang, bratawali, daun bidara, daun belimbing, daun limau (jeruk) kunci, daun rambutan, akar aren, daun kayu paya, getah jarak, akar pelawi, mengkudu, serta beberapa tanaman obat lainnya.

Komentar