Lampung

Nabrak, Oknum Aparat Pukul dan Todongkan Senjata ke Driver Grab

Screenshoot video yang beredar, soal pelemparan kaca mobil. (Foto:dok.Warga)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Aksi arogansi oknum aparat kembali terjadi. Kali ini korbannya driver taksi Online bernama Yusuf Saputra (41), warga Jalan Wartawan, Gunung Sulah. Ia mengalami luka memar dibagian pelipis kanan karena dipukul oleh oknum aparat, pada Senin (10/12/2018).

Yusuf melaporkan kejadian tersebut ke Polda Lampung dengan nomor laporan LP/B-/877/XII/LPG/SPKT Senin (10/12/2018).
Yusuf mengatakan, awalnya ia mendapatkan order untuk mengantarkan penumpang dari Sukarame, menuju sekitar Tugu Radin Intan, dimana konsumennya hendak ke Bukitkemuning pada pukul 15.00 WIB.



Kemudian ia memarkirkan kendaraannya dengan nomor polisi BE 1458 CB. Tak disangka dari belakang, kendaraan milik terduga oknum polisi dengan nomor Polisi BE 123 VAN tersebut menabrak bagian belakang mobil Yusuf.
"Tiba-tiba dia ninju muka saya, dan saya melawan tapi dia terus mukulin saya," ujarnya kepada Lampost.co, Selasa (11/12/2018).

Bahkan, aparat yang menggunakan celana jins pendek, dan kaos lengan hitam tersebut, mengeluarkan senjata api jenis revolver untuk mengintimidasi Yusuf.
"Senpinya dikeluarin, terus dipukulin ke kepala saya, sambil dia ngomong saya ini anggota (red Polisi)," katanya.

Karena merasa terancam, Yusuf pun mundur dan  hendak pergi meninggalkan oknum tersebut. Namun, ketika Yusuf memacu kendaraannya,  oknum tersebut mengambil batu dan dilemparkan ke mobil Yusuf.

"Kalau di jalan kan senggolan biasa, ya ngobrol baik-baik,ini dia main pukul aja enggak ada ngobrol. Seharusnya Polisi enggak gitu, mengayomi masyarakat," katanya.

Informasi yang dihimpun Anggota tersebut berinisial CH, yang berdinas di Sat Samapta Polres Pesawaran.
Dikonfirmasi, Kabid Propam Polda Lampung Kombespol Hendra Supriatna, membenarkan pelaporan tersebut. "Emang masuk, cuma belum kita panggil, nanti kita kroscek ke Terlapor, bagaimana sebenarnya kejadian itu," katanya.

Jika terbukti, tetunya sanksi berat akan diterima. "Kita lihat dulu nanti, kalau emang benar, kita binsus aja dulu, sambil proses pemeriksaan," katanya. 

Komentar