Feature

Motor Melayang, Hutang Tak Terbayar

Mujiati yang menjadi korban pencurian saat menunjukkan BPKB motornya yang digondol pelaku, Sabtu (11/8/2018). (Foto: Lampost/Ferdi Irwanda)

MENGGALA (lampost.co) -- Pupus sudah niat Mujiati, warga Kampung Penawarjaya, Kecamatan Banjarmargo, Kabupaten Tulangbawang, untuk melunasi hutangnya. Sebab, kendaraan roda dua yang diandalkan untuk membayar hutang telah hilang dibawa kabur calon pembeli. 

Dari hasil jerih payah menjadi seorang buruh cuci dan menggosok pakaian keliling. Mujiati menabung rupiah demi rupiah mengumpulkan hasil keringatnya untuk membeli motor.



Namun malang, dirinya yang baru saja menerima Surat Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), karena hendak menjual motornya, justru malah menjadi korban penggelapan yang dilakukan orang tidak dikenal. 

Dirinya mengalami kerugian satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna hijau dengan nomor polisi BE 8252 SS, yang diperkiran bernilai Rp7 juta.

Bermula, Jumat (10/8/2018) saat salah satu kerabatnya mencoba mengenalkan dirinya dengan seseorang yang tidak dikenal. Usai tawar menawar, pelaku meminta diantarkan pulang oleh kerabatnya ke sebuah rumah makan dan berjanji akan segera datang kembali untuk mengambil motor. Hanya berselang tiga puluh menit kemudian, pelaku kembali mendatangi kediaman korban untuk meminjam motor. Berdalih hendak menjemput sang istri dan mengambil uang pembayaran, pelaku justru membawa kabur kendraan roda dua miliknya dan tidak kembali hingga saat ini. 

Dia menuturkan, pelaku dikenal dengan nama Yantori. Namun, dia tidak mengetahui secara persis dimana alamat tempat tinggal pelaku. Sebab, pelaku dikenalkan oleh seorang warga yakni Edi dengan salah satu kerabatnya. "Buk pinjem motornya, mau jemput istri untuk ngambil uang mau dibawa ketempat ibu," kata dia, kepada lampost.co, menirukan ucapan pelaku saat memperdaya dirinya, Sabtu (11/8/2018). 

Mujiati mengaku, seakan terhipnotis dengan aksi pelaku. Tanpa memiliki rasa curiga, korban memberikan kunci motornya tanpa meminta suatu jaminan apapun. Setelah selang beberapa menit kemudian baru dirinya menyadari telah meminjamkan motor tanpa jaminan. 

Padahal sebelumnya dirinya tidak pernah meminjamkan motor kepada orang lain. Bahkan, jika ada tetangga yang hendak meminjam untuk jalan sekadar membeli rokok. Dia lebih memilih untuk menyuruh anaknya yang jalan.

"Saya itu kayak ke sirep gitu. Saya mau ngucap minta KTP atau apa gitu buat jaminan enggak keucap, karena enggak ada rasa curiga. Selama enam tahun saya punya motor, enggak pernah kuncinya saya lepasin ke orang lain," ujarnya. 

Dirinya mengaku, kebingungan motor yang diandalkan untuk membayar hutang kini hilang tanpa mahar. Padahal, motor semata wayang itulah yang dia andalkan. "Ai bingung saya. Gimana mau bayar hutang lagi. Orangnya sudah nanyain saya terus, karena sudah perlu duit mau buat kurban. Malah saya kena tipu kayak gini," ujar dia, sembari menitikkan air mata. 

Dia berharap, aparat kepolisian dapat segera menemukan keberadaan pelaku dan segera membawa pulang kembali motor miliknya. 

 

Komentar