Kriminal

Modus Baru, Penipuan Lewat Ponsel 'Kabar Anak Kecelakaan' Perdaya Tiga Orang Tua Siswa SMAN 1 Metro

Ilustrasi (Foto: Dok/NTMC Polri)

METRO (Lampost.co) – Penipuan lewat ponsel dengan modus mengabarkan kepada orang tua bahwa putra-putri mereka kecelakaan berhasil memperdayai tiga orang tua siswa SMAN 1 Kota Metro. Akibatnya ketiga orang tua siswa tersebut mengalami kerugian total mencapai Rp62 juta.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Metro, Purwaningsih, kepada lampost.co, Rabu (1/8/2018) menjelaskan beberapa pekan terakhir memang sedang gencar-gencarnya oknum penipu berusaha melakukan penipuan terhadap orang tua siswa SMAN 1 Kota Metro.



Modus penipuan itu yakni, oknum yang mengaku bernama Heri menelepon orang tua siswa melalui ponsel dan mengabarkan bahwa anaknya mengalami kecelakaan. Karena mengalami kecelakaan, maka anak tersebut dibawa ke rumah sakit oleh seorang guru yang bernama Shinta.

Karena dibawa ke rumah sakit, maka dibutuhkan biaya segera dan orang tua siswa yang ditelepon diminta segera mentransfer sejumlah uang untuk biaya pengobatan ke rekening yang  telah ditentukan oleh sang oknum penipu.

Meski awal-awalnya upaya penipuan itu tidak membuahkan hasil, namun setelah semakin banyak orang tua siswa yang ditelepon setiap hari dan mengabarkan putra-putri mereka yang bersekolah di SMAN 1 Kota Metro mengalami kecelakaan, akhirnya ada juga tiga orang tua siswa yang berhasil diperdayai.

Ketiga orang tua siswa tersebut berhasil diperdayai oleh oknum penipu dan telah mengirimkan sejumlah uang ke rekening penipu tersebut dalam kurun waktu sepekan terakhir.

Pertama pada awal pekan lalu, orang tua dari salah seorang siswa SMAN 1  Kota Metro yang ditelepon penipu yang mengabarkan putranya kecelakaan dan dibawa kerumah sakit, karena panik langsung mentransfer uang sejumlah Rp37 juta sesuai permintaan sang oknum penipu.

Kemudian yang korban kedua, beberapa hari berikutnya orang tua dari salah seorang siswa, karena panik mendapat kabar anak mereka kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit juga langsung mentransfer uang sejumlah Rp23 juta ke rekening oknum penipu tersebut.

Selanjutnya yang korban ketiga, pada Rabu (1/8/2018), dimana orang tua salah seorang siswa yang juga panik dikabarkan anaknya kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit langsung mentransfer uang ke rekening oknum penipu tersebut. Namun beruntung, saat yang bersangkutan baru mentransfer uang sejumlah Rp2 juta dari Rp21 juta yang telah disiapkan, dirinya tersadar bahwa telah tertipu.

“Dari ketiga orang tua siswa tersebut, oknum penipu itu sudah berhasil meraup uang total mencapai Rp62 juta,” kata Purwaningsih.

Menyikapai hal itu, ujar dia, pihaknya sudah menyampaikan imbauan kepada seluruh siswa agar berhati-hati dan menyampaikan kepada orang tuannya masing-masing jika mendapat telepon seperti itu, agar segera datang atau menghubungi pihak sekolah untuk memastikan keberadaan dan kondisi anaknya.

Komentar