Lampung

Metro dan Bandar Lampung Terendah Cakupan Vaksin MR

Ilustrasi. (Dok. Lampost.co)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung mengimbau masyarakat Lampung agar turut mensukseskan program imunisasi MR.

Pernyataan itu merupakan maklumat MUI Lampung untuk mendukung program imunisasi MR sebagai wujud ikhtiar atau upaya untuk melindungi anak dan masyarakat Indonesia dari bahaya penyakit campak dan rubella.



"Maklumat ini kami buat agar setiap muslim dan pihak-pihak yang memerlukan atau berkepentingan dapat mengetahuinya," kata Ketua Umum MUI Provinsi Lampung Khairuddin Tahmid kepada Lampung.co, Rabu (12/9/2018).

Dengan adanya maklumat ini dia berharap warga Metro dan Bandar Lampung tidak ragu untuk melakukan imunisasi MR tersebut. Seperti diketahui Metro adalah kota urutan terakhir cakupan imunisasi MR. Kota Bandar Lampung urutan kedua terakhir.

Khairuddin mengatakan berdasarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Nomor 33 Tahun 2018 tanggal 20 Agustus 2018 / 08 Dzulhijjah 1439 H, bahwa penggunaan Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII) pada saat ini dibolehkan (mubah) karena ada kondisi keterpaksaan (darurat syar’iyyah).

Kemudian belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci, serta ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak di-imunisasi dan belum adanya vaksin yang halal.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai bahwa Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), PT. Bio Farma (Persero), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan lembaga/ instansi terkait lainnya, memenuhi syarat kompetensi dan kredibilitas dalam memberikan penjelasan mengenai urgensi dan signifikansi pelaksanaan imunisasi MR (Measles Rubella) di Indonesia untuk mewujudkan kesehatan masyarakat.

Selain itu Komisi Fatwa MUI juga menilai bahwa kebutuhan penggunaan vaksin MR produksi SII untuk pelaksanaan imunisasi MR sudah memenuhi kriteria darurat syar’iyyah. Karena mengingat bahaya yang ditimbulkan jika tidak dilakukan imunisasi, serta belum adanya vaksin lain dan belum ada alternatif cara lain yang efektif untuk melakukan pencegahan penyakit campak dan rubella.

"Itulah dasar kami mengeluarkan fatwa," kata dia.

Terpisah Wali Kota Bandar Lampung Herman HN meminta warga Kota Tapis Berseri tidak ragu menggunakan vaksin MR. Ini semata demi kesehatan anak yang merupakan generasi penerus bangsa. "Harus sadarlah supaya anak anak kita sehat semua," kata dia.

 

Komentar