Feature

Menyambung Hidup dengan Menjajakan Jasa Sol Sepatu

Samsul Bahri sedang memperbaiki sepatu yang rusak milik pelanggannya. (Lampost.co/Ferdi Irwanda)

MENGGALA (Lampost.co) -- Di tengah kesibukan pengunjung Pasar Rakyat Putri Agung, Menggala, nampak terlihat dua lelaki tengah duduk bersandar di salah satu tiang pasar setempat.

Keduanya terlihat sibuk mengotak atik sepatu dan sandal rusak. Mereka nampak berbagi tugas. Satu menempelkan lem disela-sela telapak sepatu yang mulai mengelupas. Sementara satunya lagi tengah sibuk menarik benang jaitan.



Menjadi penjaja jasa sol sepatu dan sandal, kini menjadi mata pencaharian dua lelaki itu. Dari hasil itulah dua keluarga itu menggantungkan hidupnya untuk memenuhi nafkah sehari-hari keluarganya.

Samsul Bahri nama laki-laki kelahiran Kotabumi, Lampung Utara 17 April 1952 itu, sehari-harinya dia bersama putra sulungnya biasa mangkal di pasar setempat untuk menjajakan jasa sol yang dilakoni.

Empat tahun sudah dirinya bersama keluarga tinggal di Kabupaten Tulangbawang. Dia mengaku keterbatasan tingkat pendidikan dan modal usaha membuatnya harus menikmati masa tua sebagai penjaja jasa sol.

Dari pekerjaannya itu, dia mengaku sehari mampu meraup penghasilan berkisar Rp20-100 ribu per hari. "Pendapatan enggak bisa ditentukan lah, mas. Namanya juga usaha seperti ini. Kalau lagi ramai, ya hasilnya lumayan. Tapi kalau lagi pas sepi pelanggan, ya hasilnya juga sepi," kata dia, kepada Lampost.co, Jumat (4/5/2018).

Laki-laki yang akrab disapa warga sekitar Samsul itu mengaku, meski fisiknya tidak lagi kuat seperti saat muda. Namun, dirinya harus tetap bekerja agar asap dapurnya tetap ngebul, meskipun dengan hasil yang tidak menentu.

"Ya, mau gimana lagi. Inilah kerjaan yang bisa saya kerjakan. Walau sedikit yang penting di syukuri saja," ujarnya.

Komentar