Generasi Emas

Mengembalikan Quality Time Keluarga

Menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga. www.dolphin-southampton.com

BANDAR LAMPUNG (lampost.co) -- Semua orang tua pasti menginginkan buah hatinya tumbuh menjadi anak yang baik, anak yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang orang tua ajarkan. Namun, terkadang orang tua justru terjebak pada “agitasi” atau pendapat orang lain bahwa orang tua yang bekerja dinilai kurang bisa mengurus anaknya karena tidak memiliki banyak waktu bersama buah hati.
Motivator Abah Ihsan menekankan anggapan tersebut sebenarnya salah. Untuk melihat orang tua mampu mengurus anaknya dengan baik atau tidak, menurutnya sangat sederhana. Bisa dimulai dari apakah orang tua mampu menyediakan waktu berkualitas atau quality time bersama anaknya atau tidak.
Menurut Abah Ihsan, orang tua yang menyediakan waktu berkualitas untuk anak adalah orang tua yang ketika bertemu anak bisa memberikan pengaruh baik pada mereka.
"Kan ada orang tua yang setiap hari bertemu dengan anak tetapi tidak memberikan pengaruh apa-apa pada anaknya. Karena dia hanya di dekat anak bukan bersama anak. Tanya pada diri sendiri setiap hari berapa banyak waktu bersama anak," kata dia dalam talkshow parenting, di Jakarta, baru-baru ini.
Bagi Abah Ihsan, menjadi orang tua yang baik bagi anak tak berarti harus menyediakan waktu penuh selama 24 jam. Karena sesungguhnya anak tidak butuh waktu dengan orang tua selama 24 jam penuh.
Buktinya, menurut Abah Ihsan, ketika anak sedang bermain bersama teman-temannya dan orang tua ikut andil di dalamnya, bukan tidak mungkin anak justru merasa tak nyaman dan meminta orang tua menyingkir. Atau ketika anak selalu didampingi, ketika sedang melakukan kegiatan.
Abah Ihsan mengatakan harus disadari bahwa intervensi orang tua yang bisa dilakukan secara penuh kepada anak hanya berlaku sampai mereka berusia 12 tahun. Ketika anak sudah duduk di bangku SMP intervensi orang tua hanya tinggal 60%, sisanya mereka menjadi diri mereka sendiri.
Selanjutnya ketika anak sudah duduk di bangku SMA, intervensi orang tua akan semakin meniru, yakni hanya sekitar 40%. Artinya, semakin besar usia anak intervensi orang tua akan semakin sedikit. Mereka akan menjadi diri mereka sendiri.
"Sebab itu, waktu pagi sampai sore silakan urus pekerjaan jangan menjadikan anak sebagai hambatan untuk berkembang, tetapi ketika di rumah ayo urus anak-anak kita, keluarga kita jangan lagi mengurusi hal lain," kata dia.

Komentar