Feature

Mengais Rezeki Kemplang di Pelabuhan

Wati (35), warga Desa Kenyayan, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, menjajakan dagangan kemplang di Pelabuhan Bakauheni, Senin (25/12/2017). Momentum liburan hari Natal dimanfaatkan Wati untuk mengais rezeki. LAMPUNG POST/ARMANSYAH

KALIANDA (lampsot.co) -- Kedua tangan wanita itu sibuk menenteng puluhan bungkusan kemplang yang siap dijualnya di pelataran Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Selasa (26/12/2017).
Wanita paruh baya itu pun menawarkan kepada setiap penumpang, baik dari Sumatera ke Jawa maupun sebaliknya. Ia pun hilir mudik menawarkan bungkusan kemplang kepada para penumpang.
Tanpa rasa lelah dan letih, ia menghabiskan waktu berjualan kemplang. Wanita itu adalah Wati (35) namanya. Dia merupakan warga Desa Kenyayan, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan.
Ia satu dari sekian wanita yang mengambil kesempatan liburan Natal dan Tahun Baru untuk mengais rezeki dengan berjualan kemplang untuk mencukupi kebutuhan ekonomi keluarganya.
"Mumpung liburan panjang, Mas. Biasanya kalau liburan panjang Pelabuhan Bakauheni ramai. Jelas saya manfaatkan berjualan kemplang. Lumayan buat kebutuhan sehari-hari,” kata dia.
Meski dinginnya angin laut kerap menerpa, janda empat anak itu tidak ragu berjualan demi menghidupi anaknya. Keempat anaknya masih sekolah dan masih membutuhkan banyak biaya.
"Ya, mau bagaimana lagi, Mas. Anak masih pada sekolah dan perlu biaya. Belum lagi untuk kebutuhan sehari-hari. Dengan hanya berdagang kemplang yang saya bisa lakoni. Ya, hampir lima tahun lamanya saya berjualan kemplang," kata dia.
Menurut Wati, harga kemplang yang ia jual seharga Rp15 Ribu per empat bungkus. Harga itu tentu tidak sebanding dengan lelahnya dan hasil berdagang dari sebelum terbit matahari sampai tengah malam yang dilakoninya.
"Kalau ramai seperti hari libur panjang saat ini mampu meraup untung kisaran Rp300 ribu. Penghasilan ini sudah paling besar dibandingkan seperti hari-hari biasa yang hanya mendapatkan untung kurang dari Rp100 ribu per harinya," ujarnya. 

Komentar