Lampost TV

Masuki Musim Tanam, Petani di Baktirasa Lakukan Grobyokan Tikus

Petani di Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, melakukan gerobyokan tikus di areal lahan persawahan Desa setempat, Senin (30/7/2018). Armansyah


KALIANDA (Lampost.co) -- Memasuki musim tanam gaduh 2018, petani di Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, melakukan grobyokan tikus di areal lahan persawahan Desa setempat, Senin (30/7/2018). Grobyokan itu untuk pengendalian hama yang akan mengamcam tanaman padi. 

Berdasarkan pantauan Lampost.co, petani melakukan grobyokan tikus dengan cara membakar sarang hama pengerat. Sebelum dibakar sarang diberi batu belerang.



Dalam kegiatan itu, petani dibantu Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Palas - Sragi, Sumaryo, Penyuluh Swadaya Kecamatan Sragi Taman, dan Kelompok Tani.

Ketua Gapoktan Sinar Bakti Desa Baktirasa, Purwanto mengatakan pihaknya bersama puluhan petani secara serentak grobyokan tikus di areal persawahan. Gerakan pengendalian hama tikus bertujuan untuk antisipasi serangan hama tikus pada musim tanam gaduh. 

"Grobyokan tikus ini tidak lain untuk pengendalian hama tikus yang akan mengancam tanaman padi. Alat gropyokan ini menggunakan belerang yang di bakar dengan menggunakan api dari tabung gas yang dimodif memakai selang, kemudian api di semprotkan kedalam lubang tikus. Kemudian, dikasih racun tikus," katanya. 

Penyuluh Swadaya Kecamatan Sragi, Taman mengatakan grobyokan tikus itu harus dilaksanakan secara bersamaan. Sebab, gerakan gerobyokan ini mampu mengendalikan hama tikus seblum menyerang tanaman padi. 

"Memang gebroyokan ini harua dilaksanakan sebelum masa tanam padi mulai. Mudah-mudahan gebroyokan ini bisa menekan dan memutus mata rantai hama tikus," katanya. 

 

Komentar