Internasional

Masjid Al-Aqsa kembali Dibuka usai Bentrokan

Warga Palestina bersitegang dengan pasukan israel di kompleks Masjid Al-Aqsa, 27 Juli 2018. (Foto: AFP)

Yerusalem (Lampost.co) -- Kepolisian Israel sempat menutup gerbang menuju kompleks Masjid Al-Aqsa selama beberapa jam pada Jumat 27 Juli 2018, yang diakibatkan bentrok antara warga Palestina dengan petugas keamanan usai berlangsungnya Salat Jumat.

Seorang juru kamera kantor berita AFP melaporkan bahwa akses masuk dan keluar dari kompleks Masjid Al-Aqsa ditutup pasukan Israel selama lebih kurang empat jam. Penutupan dilakukan usai bentrok.

Kompleks Masjid Al-Aqsa kemudian dibuka kembali pada malam hari. Warga sekitar pun dapat kembali masuk ke masjid untuk menunaikan salat isya.

Israel menyebut bentrokan usai Salat Jumat terjadi saat "para pengunjuk rasa mulai melempari kembang api ke arah polisi."

"Dalam pembubaran demonstran, polisi menangkap sejumlah tersangka (provokator)," ujar pernyataan Kepolisian Israel, seperti dikutip dari Arab News.

Waqf, otoritas religius di Masjid Al-Aqsa, merilis sejumlah video yang memperlihatkan polisi menembakkan gas air mata ke arah warga Palestina di dalam kompleks.

Pemerintah Yordania mengecam langkah Israel yang menutup kompleks Al-Aqsa. "Kami mengecam pelanggaran dan provokasi terhadap Masjid Al-Aqsa, terutama saat kepolisian Israel menyerbu masuk masjid dan bertindak agresif terhadap warga," tutur juru bicara pemerintah Yordania.

Ahmed Tibi, seorang anggota parlemen Israel, menuduh petugas keamanan bertindak berlebihan.

"Setelah pelemparan kembang api, situasinya tenang. Mengapa mereka harus menutup gerbang (menuju Al-Aqsa)?" tutur Tibi.

"Tidak ada yang dapat membenarkan penutupan tersebut," lanjut dia.

Sementara itu, dua warga Palestina, termasuk seorang remaja, tewas dalam bentrokan terbaru dengan pasukan Israel di perbatasan Gaza.

Komentar