Generasi Emas

Latih Kecerdasan Emosional melalui Permainan

Siswa dan guru PAUD Mawar, Desa Kemaloabung, Abung Selatan, Lampung Utara, berfoto bersama usai mengikuti kegiatan pengenalan rambu-rambu lalu lintas oleh pihak kepolisian setempat, di sekolah baru-baru ini. LAMPUNG POST/YUDHI HARDIYANTO

KOTABUMI (lampost.co) -- Kecerdasan emosional atau emotional quotient (EQ) anak ternyata dapat ditumbuhkan melalui kegiatan bermain. Selain untuk melatih kecerdasan emosional, bermain juga bisa menjadi media mengembangkan minat dan bakat anak, hingga membina kreativitas mereka.
Seperti yang diterapkan di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mawar, Desa Kemaloabung, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara, para siswa tidak hanya duduk manis di dalam kelas. Dalam keseharian, siswa dibimbing aktif melakukan berbagai permainan edukasi yang telah disiapkan para tenaga pendidik.
Dengan riang, anak akan selalu aktif mengikuti permainan yang dilakukan di lingkungan sekolah.
Bunda PAUD Mawar, Sunarti, mengatakan pembelajaran yang diterapkan pada anak usia dini memang harus lebih menekankan kegiatan bermain.
Dengan tersedianya fasilitas yang penunjang permainan edukasi di sekolah, akan lebih cepat mengasah keterampilan anak, dan menghindarkan anak dari rasa bosan saat di sekolah.
"Selain bisa menguatkan kemampuan motorik serta konsentrasi anak pada suatu objek pembelajaran, secara tidak langsung bermain itu akan mengasah kecerdasan emosional atau rasa empati mereka dan hal itu tidak kalah penting dibanding Kecerdasan intelektual (IQ) anak," ujar Sunarti baru-baru ini.
Sementara menurut Kepala PAUD Mawar Hayunah, di sekolah para siswa dibimbing untuk mengembangkan bakat dan minat mereka melalui beragam kegiatan, seperti di bidang seni, para siswa diajak untuk mengikuti kegiatan bernyanyi, menari, menggambar, hingga bermain musik. Pada masing-masing bidang tersebut, setiap siswa mendapatkan bimbingan khusus agar dapat menciptakan karya sebagai bentuk kreativitas anak.
Di bidang lain, siswa PAUD Mawar juga diajarkan mengetahui peran mereka di lingkungan sekitar.
Anak sudah diajarkan bagaimana harus beretika atau bersikap sopan santun pada orang tua, guru maupun teman-teman sebaya mereka. Sementara, untuk persiapan siswa memasuki jenjang sekolah dasar, mereka juga dibimbing untuk mengenal huruf dan angka melalui metode permainan seperti bernyanyi.
"Bagi siswa yang akan masuk pendidikan dasar, mereka perlu mendapatkan bimbingan khusus, seperti mengenal huruf dan angka melalui berbagai media yang dihadirkan dengan metode permainan yang menyenangkan," kata Hayunah. Dengan cara bermain, selain menyenangkan juga akan membuat anak merasa nyaman dalam belajar.
Hayunah menjelaskan di PAUD Mawar yang berdiri sejak 9 November 2009, siswa juga diajarkan pendidikan karakter melalui pengenalan pendidikan agama sejak dini untuk melatih kecerdasan spiritual (SQ).
Melalui berbagai metode pembelajaran yang diterapkan, diharapkan akan mampu mencetak generasi yang cerdas, unggul, kreatif, inovatif, dan agamais.
"Pendidikan terbaik mesti di mulai usia dini karena itu adalah fondasi utama bagi anak untuk melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya," kata Hayunah. 

Komentar