Lampung

Lapangan Sepakbola dan Pasar Tradisional Desa Bumidaya Disegel Oknum Warga

Lapangan Sepakbola dan Pasar Tradisional Desa Bumidaya Disegel Oknum Warga. (Foto:Lampost/Armansyah)

KALIANDA (Lampost.co)--Tanah lapangan sepakbola dan Pasar Tradisional Desa Bumidaya, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, disegel oknum warga setempat. Bahkan, oknum warga yang mengaku sebagai pemilik sah atas kedua lahan aset desa setempat itu mengancam akan dibangun dalam lima hari kedepan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, warga yang mengaku pemilik sah dan mempunyai bukti dan saksi itu adalah Mo'on (72) warga Rt/Rw 022/006, Desa Bumidaya, Kecamatan Palas. Adapun luas kedua lahan yang diklaim itu sekitar 2 hektare.



Sumiri, selaku partner Tim Advokat dari Mo'on mengatakan pihaknya dikuasakan untuk mengurus persoalan sengketa Lapangan Sepakbola dan Pasar Tradisional Desa Bumidaya. Ia mengaku Mo'on selaku pemohon menuntut untuk mengambil kedua lahan tersebut yang selama ini dikuasai oleh Pemerintah Desa. 

"Lapangan dan Pasar itu sudah kami segel sekitar dua atau tiga hari yang lalu. Penyegelan ini akan kami tunggu hingga lima hari kedepan. Sebab, kami sudah memegang bukti keabsahan kepemilikan dari Pak Mo'on berikut saksi-saksi," kata dia melalui sambungan telepon Lampost.co, Senin (8/7/2019).
Menurut Sumiri, pihaknya tidak akan menggugat Pemerintah Desa Bumidaya hingga ke Pengadilan. Namun, jika ada pihak Pemerintah Desa ataupun lainnya yang ingin menggugat, maka mereka siap perjuangkan hingga ke Pengadilan.
"Kalau kami tidak akan menggugat siapapun, termasuk Pemerintah Desa. Tapi, kalau ada yang mau gugat, ya kami siap ke pengadilan. Ini akan kami tunggu hingga lima hari kedepan. Jika tidak ada yang gugat, maka akan segera diturunkan material batu untuk segera pembangunan sesuai keinginan Pak Mo'on," katanya. 

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Bumidaya, Septa Oksal Gunawan, mengatakan pihaknya tidak akan gegabah dalam menyikapi hal tersebut. Meski demikian, pihaknya telah mengantongi semua berkas keabsahan atas kedua lahan tersebut. 
"Kedua lahan itu sudah jelas kok ada surat keabsahannya. Kedua lahan itu merupakan hibah dari warga atas nama Radix Sudjono. Akta Hibahnya kami ada. Bahkan, surat menyurat pendukung lainnya ada, yakni dari Pemerintah Kecamatan dan Kabupaten," kata dia. 

Bahkan, kata Septa, pihaknya telah melakukan musyawarah  BPD, Para Tua-Tua Kampung sebagai pelaku sejarah Desa setempat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda setempat.
"Setelah diteliti keabsahan kepemilikan, kami dalam musyawarah itu sepakat kalau kedua lahan merupakan aset desa dan dikuasi oleh pemerintah desa. Jika ada yang ingin menguasai kedua lahan itu, maka silahkan lakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku," katanya. 

Komentar