Lampost TV

LAMPOST TV: 4 Kelas siswa SMKN Belajar di Halaman Sekolah


GUNUNG SUGIH (Lampost.co)--Sudah dua pekan ini empat kelas SMKN Bumiratu Nuban, Lampung Tengah terpaksa belajar di halaman sekolah. Sebelumnya mereka belajar di bengkel sekolah yang disulap menjadi kelas. 
Kegiatan belajar mengajar (KBM) empat rombongan  belajar (Rombel) siswa kelas XI itu terpaksa di halaman lantaran tak ada ruang kelas. Ke empat Rombel itu siswa jurusan tehnik komputer jaringan (TKJ) dua jelas, teknik kendaraan ringan (TKR) dan teknik pengelasan (TP) masing-masing satu kelas. 
Kepala SMKN Bumiratu Nuban, Indra Mulya, mengatakan  hal itu terpaksa dilakukan karena keterbatasan namun tanggung jawab siswa harus tetap belajar. "Tahun ajaran 2018-2019 kami menerima empat rombel," jelas dia diruang kerjanya, Rabu (25/7/2018). 
Ke empat rombel itu sejak pukul 7:00 sampai 15:45 menerima pelajaran dihalaman sekolah. Setiap harinya mereka mendapat empat pelajaran dari gurunya masing-masing. Sejak 16 Juli lalu dihalaman sekolah terlihat empat kelompok siswa beralaskan rumput menerima pelajaran dari gurunya. 
Sementara guru duduk dikursi menghadap puluhan siswanya yang duduk setengah lingkaran. Walaupun kondisi seperti itu siswa dan guru tetap semangat melaksanakan kegiatan belajar mengajar. 
Sejak berdiri pada 2015 lalu SMKN Bumiratu Nuban mulanya 62 siswa menumpang di SDN 1 Wates selama enam bulan. Selanjutnya menempati sekolahnya dengan tiga ruang kelas dan dua bengkel. Setahun kemudian mendapat bantuan ruang peraktek siswa (RPS) dari dana Block grand pusat yang langsung berfungsi sebagai ruang guru, kepala sekolah dan perpustakaan. Sementara tiga kelas menempati bengkel. 
Tahun ajaran 2017 jumlah siswa bertambah empat kelas 109 siswa dan  total 306 siswa. Sementara jumlah guru sebanyak 42 dan staf 12 orang. Tahun itu juga menerima bantuan RPS dari dana DAK provinsi untuk jurusan TKJ. 
Tahun ajaran 2017 -2018 meluluskan siswa sebanyak 53orang dan menerima 119 siswa.  Total siswa ajaran 2018-2019 sebanyak 358 orang dengan rincian  Kelas X empat kelas, kelas XI empat kelas dan kelas XI sebanyak lima kelas. 
Menurut guru pembina OSIS saat ini SMKN Bumiratu Nuban kekurangan lima ruang kelas. "Selain itu sarana yang sangat dibutuhkan sekolah diantaranya ruang kantor dan administrasi, ruang guru, perpustakaan, bengkel teknik mesin, mushola, pagar, dan peralatan bengkel sangat minim. Selain dengan komite pihak sekolah sudah berupaya mencari solusi meminta bantuan ke provinsi dan pusat," jelas dia.

Komentar