Nuansa

Lalu Zohri hingga Nissa Sabyan

Lalu Muhammad Zohri.(Foto:MTVN)

PERUBAHAN yang terjadi di tengah masyarakat saat ini ibarat sosok Lalu Muhammad Zohri. Sprinter muda yang berlari sangat cepat bahkan berhasil menjadi yang tercepat di antara atlet lain dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20, di Tampere, Finlandia, lalu.

Dari kecepatan berlari, Zohri menghentak banyak orang. Mengubah hidupnya yang semula biasa-biasa saja, menjadi perhatian. Mengubah rumahnya yang semula reot, kini jauh lebih layak untuk ditinggali.



Perubahan di tengah masyarakat pun demikian, terjadi makin cepat tidak dapat dibendung. Membuat semua tatanan kehidupan berubah. Perubahan tersebut tidak lain bersumber dari makin berkembangnya pengetahuan yang menghasilkan produk bernama teknologi.

Teknologi tidak bisa dilawan. Larinya mungkin sekencang Zohri atau bahkan lebih kencang. Bisa ambruk jika nekat menghalangi. Pilihannya hanya ikut berlari atau berdiam untuk menjadi bagian yang tertinggal makin jauh.

Masih lekat dalam ingatan, saat sebuah aplikasi ojek berbasis daring hadir di sekitar kita. Tidak sedikit mereka yang menolak perannya digantikan dengan sebuah aplikasi berbasis teknologi itu. Namun bagaimana hari ini? Adakah yang masih antipati dengan perubahan tersebut?

Tidak hanya ojek, mungkin tidak sedikit masyarakat yang hari ini bepergian tidak membawa uang tunai di pengisi dompetnya. Sebab, makin banyak transaksi yang mengharuskan menggunakan uang digital atau e-money. Contohnya saat Anda akan melaju di jalan bebas hambatan.

Bicara uang, teknologi selalu diibaratkan dua mata sisinya. Ada yang menganggapnya sebagai penyebab rusaknya tatanan budaya, tetapi tidak sedikit yang mengagungkan karena dianggap membuat semuanya menjadi lebih mudah.

Tik-tok misalnya, aplikasi berbasis teknologi belakangan ramai ditolak hingga diboikot oleh pemerintah. Aplikasi tersebut dianggap merusak adab anak-anak yang makin akrab dengan teknologi gawai. Namun, dari aplikasi sejenis berbasis video, yaitu YouTube, seorang Nissa Sabyan berhasil membuat jutaan anak-anak muda berselawat.

Videonya menembangkan Deen Assalam yang berdurasi empat menit 21 detik ditonton lebih dari 100 juta kali. Sosok Nissa Sabyan berhasil menghentak banyak orang melalui teknologi yang perubahannya secepat lari Lalu Muhammad Zohri atau lebih.

Sehari lalu, Lampung Post merayakan hari ulang tahun ke-44. Kami meyakini posisi kami tidak sedang diam. Namun, kami sudah berlari untuk bisa menciptakan hentakan layaknya Lalu Muhammad Zohri hingga Nissa Sabyan. n

Komentar