Teknologi

Lacak Kebiasaan Pengguna, Google Pakai Data Mastercard?

Google dikabarkan meminta data nasabah Mastercard. (Foto:AFP)

JAKARTA (Lampost.co)--Bagi penggemar belanja online dengan menggunakan kartu kredit Mastercard harus mengetahui hal ini. Google dikabarkan melacak kebiasaan belanja para pemegang kartu kredit Mastercard di Amerika Serikat.

Mereka membeli informasi tentang kebiasaan belanja offline dari nasabah Mastercard untuk mengetahui apakah iklan online memengaruhi kebiasaan selama satu tahun belakangan.



Perjanjian rahasia antara kedua perusahaan ini disetujui setelah negoisasi berjalan selama empat tahun, menurut Bloomberg. Baik Google dan Mastercard tidak mengumumkan bahwa mereka melakukan kerja sama ini.

Keduanya juga tidak memberitahu pelanggan mereka bahwa pembelian offline yang mereka lakukan dilacak via rekaman pembelian Mastercard dan dihubungkan dengan iklan yang mereka lihat ketika menjelajah internet.

Google dan Mastercard berkata bahwa mereka membuat informasi para nasabah menjadi anonim untuk melindungi informasi yang bisa membuat seseorang dikenali, lapor The Verge.

Untuk mendapatkan informasi terkait apa yang nasabah mereka beli, Google dikabarkan rela membayar jutaan dollar pada Mastercard.

Google kemudian menggunakan data nasabah itu untuk membuat sebuah alat guna menunjukkan apakah orang-orang yang mengklik iklan online kemudian membeli produk itu secara offline pada para pengiklan.

Pada awalnya, seorang pengguna yang masuk ke akun Google mereka akan mengklik iklan yang disajikan Google. Dia kemudian mencari suatu barang, tapi tidak membelinya.

Setelah itu, jika mereka menggunakan kartu kredit Mastercard mereka untuk membeli produk tersebut secara offline dalam waktu 30 hari, Google akan memberitahukan pengiklan bahwa iklan yang mereka sajikan efektif.

Untuk menonaktifkan fitur pelacakan ini, Anda bisa mematikan Web and App Activity, yang secara otomatis akan aktif.
 

Komentar