Kesehatan

Kurang Tidur Pengaruhi Metabolisme Tubuh

Kurang tidur mengganggu metabolisme tubuh dan DNA. (Foto:Shutterstock)

JAKARTA (Lampost.co)-- Sebuah penelitian dari Uppsala University di Swedia menemukan bahwa kurang tidur satu malam saja dapat memberi dampak pada jaringan pengaturan gen dan metabolisme.

Inilah mengapa kerja jam malam dan kurang tidur kronik dapat menyebabkan kerusakan pada metabolisme dan memengaruhi komposisi tubuh.



Studi tersebut melibatkan 15 orang normal sehat yang mengikuti dua sesi laboratorium yang berhubungan dengan pola aktivitas dan makan.

Dalam urutan acak, para peserta diminta tidur malam normal (lebih dari delapan jam) selama satu sesi dan terus terjaga sepanjang malam selama sesi lainnya.

Esoknya, setelah intervensi semalam, sampel jaringan kecil (biopsi) diambil dari  lemak subkutan dan otot rangka para peserta. Kedua jaringan tersebut menunjukkan bahwa terjadi gangguan metabolisme pada partisipan obesitas dan diabetes.

Pada saat yang sama di pagi hari, sampel darah juga diambil untuk memungkinkan perbandingan antar kompartemen jaringan sejumlah metabolit. Metabolit ini terdiri dari molekul gula, serta asam lemak dan amino yang berbeda.

Sampel jaringan digunakan untuk analisis molekuler berganda mengungkapkan bahwa kondisi kehilangan tidur menghasilkan perubahan spesifik jaringan pada metilasi DNA, salah satu bentuk mekanisme yang mengatur ekspresi gen.

Metilasi DNA adalah modifikasi epigenetik dalam pengaturan bagaimana gen setiap sel dalam tubuh dihidupkan atau dimatikan, yang dipengaruhi oleh faktor keturunan maupun lingkungan, seperti latihan fisik.

"Penelitian kami menunjukkan bahwa sulit tidur akut dalam menghasilkan perubahan epigenetik dalam apa yang disebut gen jam yang dalam setiap jaringan mengatur ritme sirkadian," ujar peneliti Jonathan Cedernaes.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kehilangan tidur menyebabkan perubahan spesifik jaringan ke tingkat metilasi DNA dalam gen yang tersebar di seluruh genom manusia. Metilasi DNA tidak diatur seperti dalam jaringan-jaringan tersebut sebagai respons terhadap kurang tidur akut.

Perubahan metilasi DNA tersebut hanya di jaringan adiposa, dan khusus untuk gen yang juga telah terbukti diubah pada tingkat metilasi DNA dalam kondisi metabolik seperti obesitas dan diabetes tipe 2.

Modifikasi epigenetik dianggap mampu memberikan semacam "memori" metabolik yang dapat mengatur bagaimana program-program metabolik beroperasi dalam jangka waktu yang lebih lama.Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Science Advances.
 

Komentar