Pemilu 2019

KPU Coret Bacaleg Hanura Yeheskiel Tondi Butar Butar

Ilustrasi (Foto: Dok/Google Images)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung mencoret bakal calon anggota legislatif DPRD Kota Bandar Lampung dari Partai Hanura atas nama Yeheskiel Tondi Butar Butar dari daerah pemilihan (Dapil) 6 yang meliputi Kecamatan Kemiling, Rajabasa dan Langkapura.

Ketua KPU Kota Bandar Lampung, Fauzi Heri mengatakan bahwa Yeheskiel Tondi Butar Butar telah mengundurkan diri dan sudah ditindaklanjuti oleh partainya. Dengan begitu bacaleg yang bersangkutan dicoret dalam daftar calon.



"Engak bisa diganti kalau mundur, kecuali yang mundur itu perempuan yang mempengaruhi kuota 30%," katanya kepada Lampost.co, Rabu (5/9/2019).

Sebelumnya Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Bandar Lampung, Yahnu Wiguno Sanyoto telah menerima tembusan Surat Nomor B5/20/DPC-HANURA/BDL/IX/2018 terkait Keterangan Pengunduran Diri Yeheskiel Tondi Butar Butar dari Pencalonan Anggota Legislatif DPRD Kota Bandar Lampung di Daerah Pemilihan 6 yang meliputi Kecamatan Kemiling, Rajabasa, dan Langkapura yang diantarkan langsung oleh Ketua Bappilu dan Sekretaris DPC Hanura Bandar Lampung.

"Dengan ada atau tidaknya surat keterangan pengunduran ini, proses penanganan dugaan pelanggaran administrasinya belum dapat ditindaklanjuti. Hal ini mengacu pada Pasal 22 Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilihan Umum karena yang bersangkutan belum menjadi subyek hukumnya," katanya.

Sementara itu, terkait dugaan pelanggaran pidana pemilunya, yang bersangkutan diduga melanggar Undang-undang 7 Tahun 2017 Pasal 520 yaitu dengan sengaja memakai surat atau dokumen palsu untuk menjadi bakal calon Anggota DPRD kabupaten/kota dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp72.000.000.

"Nanti kita kaji kembali dengan adanya surat ini apakah proses penanganannya tetap dilanjutkan atau dihentikan. Apakah surat tersebut dapat dijadikan pertimbangan untuk menghentikan atau tetap melanjutkannya, tentunya akan kami bahas di dalam Gakkumdu Kota Bandar Lampung terlebih dahulu." ujar Yahnu.

Komentar