Nasional

KPK Segera Periksa Dirut PLN

Lambang KPK. (Foto: MI/Panca Syurkani)

JAKARTA (Lampost.co)--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengagendakan pemeriksaan Direktur Utama (Dirut) PLN Sofyan Basir terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-I.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan pemeriksaan orang nomor satu di PLN itu akan diumumkan. Saat ini, kata dia pihaknya masih menuggu jadwal dari penyidik.



"Nanti kita tunggu dari penyidik," kata Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Senin (3/9/2018).

Basaria enggan menjelaskan lebih jauh bukti yang telah dikantongi penyidik terkait keterlibatan Sofyan dalam kasus ini. Bahkan, dia masih menutup rapat-rapat informasi adanya aliran suap ke Sofyan Basir.
"Nanti, masih pengembangan," ucap Basaria.

KPK mengungkap fakta baru dalam pemeriksaan tersangka Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih (EMS). Dalam pemeriksaan, Eni menyebut jika Sofyan Basir turut menerima aliran suap proyek PLTU Riau-I dari bos BlackGold Natural Resources Limited Johannes Budisutrisno Kotjo (JBK).

Sofyan Basir santer disebut salah satu pihak yang ikut terlibat dalam pembahasan proyek PLTU Riau-I. Sofyan diduga ikut berperan dalam meloloskan perusahaan BlackGold Natural Resources Limited sebagai konsorsium penggarap proyek PLTU Riau-I.

Bahkan, dalam CCTV yang disita KPK dari sejumlah lokasi, Sofyan Basir bersama dengan mantan Menteri Sosial Idrus Marham beberapa kali bertemu dengan kedua tersangka, yakni Eni dan Johannes. Dalam proses pengusutan kasus ini, Sofyan Basir sudah dua kali diperiksa penyidik. Kepada awak media, dia tak menepis informasi kalau dirinya mengenal dekat Idrus dan kedua tersangka tersebut.

KPK baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap PLTU Riau-I. Ketiga tersangka itu adalah Eni, Johannes, dan teranyar Idrus Marham.

Komentar