Nuansa

Kita Bersaudara

Ilustrasi (Foto: Dok/Google Images)

SAUDARA merupakan satu bagian dari sebuah keluarga. Dalam sebuah keluarga, ada yang dinamakan saudara kandung, tiri, sepersusuan, misan, bahkan angken. Kedekatan antarmereka sangatlah kuat, karena ikatan batin dan pikiran. Kemudian ada saudara satu suku atau etnis, yang akan terasa dekat saat bertemu di keramaian dan saling berkomunkasi dengan bahasa ibunya.

Di luar itu, ada saudara satu daerah, yang akan terasa dekat jika di luar daerah. Saudara sebangsa dan setanah air, yang akan terasa dekat jika bertemu di luar negeri, atau mempunyai satu kepentingan atas bangsanya, atau istilahnya naisonalisme.



"Tapi, yang paling ikatan saudara adalah saudara seagama," kata Kacung kepada Inem saat keduanya menonton sebuah acara televisi swasta nasional yakni talkshow, di ruang keluarga majikannya.

"Ani gukhu igama sekam tumbai. Kedekatan saudara jenis ini ada di doanya. Sebab, setiap selesai salat dan acara apa pun, selalu terselip doa untuk saudaranya," lanjut Kacung.

"Iya, Bang! Tapi, kok dua pembicara di televisi itu saling ngotot. Padahal, keduanya agamanya sama," Inem protes pernyataan Kacung. "Padahal, mereka itu cuma beda pilihan politik saja, mungkin mereka bukan saudara politik, ya?"

"Ya, begitulah, Nem, kadang politik bisa mengalahkan persaudaraan yang lain. Ada cerita gara-gara politik, adik dan kakak bermusuhan, suami-istri berpisah," Kacung mulai menceramahi Inem, sementara Inem hanya manggut-manggut. "Bahkan, ada yang saling membuka aib, padahal membuka aib saudaranya itu adalah perbuatan nista."

Inem terdiam, dia teringat kadang suka membicarakan aib majikannya yang suka telat membayar upahnya. "Nah, kalau kita sering membicarakan majikan karena terlambat bayar upah piye, Bang?"

"Nah, kalau itu mah bukan aib majikan, Nem. Itu keluhan pekerja terhadap nasibnya yang kadang terjadi akibat kekhilafan majikannya," kata Kacung. "Tapi di akhir keluh kesah, kan kita selalu mendoakan agar ada solusi biar majikan selalu bayar upah kita tepat waktu. Itu karena kita khawatir majikan, yang juga saudara kita, kalau sampai terlambat, bakal kena dosanya," Kacung makin mantap memberi nasihat ke Inem.

Inem pun tidak kehilangan argumen untuk menanyakan hal yang mereka bicarakan. "Nah, kalau dua pembicara di televisi itu bagaimana, Bang? Apa mereka tidak saling mendoakan sehingga bukanlah saudara?"

Dengan santai Kacung menjawab, "Oh, itu mah persaudaraan partainya lebih besar dari persaudaraan agamanya. Jadi, mungkin doanya yang didahulukan adalah doa untuk kemenangan partainya dibanding doa saudara segamanya agar selamat dan menang." Astagfirullah.

 

Komentar