Ekonomi dan Bisnis

Keuangan Pertamina Tetap Sehat Meski Harga BBM tak Naik

Ilustrasi (MI/JHONI KRISTIAN)

JAKARTA (Lampost.co) -- Pengamat ekonomi UGM Fahmy Radhi menilai keuangan PT Pertamina (Persero) tetap akan sehat meskipun pemerintah tidak berencana menaikkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Menurut Fahmy pergerakan harga minyak dunia tidak akan selalu mengalami kenaikkan yang tinggi sehingga selisih harga yang selama ini membebani perseroan bisa diatasi. Ketika harga minyak dunia turun namun harga jual BBM tetap maka Pertamina bisa mengambil keuntungan seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.



Lagi pula keputusan pemerintah yang hingga saat ini tidak menaikkan harga BBM dipandang sebagai langkah cerdas yang dipilih agar tidak membebani rakyat.

"Ini menunjukan menjaga kepentingan bangsa yang lebih besar yakni daya beli dan inflasi," kata Fahmy, Selasa (11/9/2018).

Baca Juga:

Besaran Subsidi BBM 2019 Diputuskan Dua Minggu Mendatang

Memang diakui Fahmy tahun ini Pertamina mesti menanggung selisih harga dan subsidi. Namun meski demikian keuangan Pertamina masih aman bahkan hingga semester I tahun ini masih mencatatkan keuntungan.

"Konsekuensi Pertamina dalam menjalankan PSO harus menanggung selisih harga BBM dengan harga pasar. Memang Pertamina harus menanggung potential loss yang mengurangi laba, tapi tidak sampai mengalami kerugian," jelas dia.

Komentar