Lampung

Kerap Disiksa, Ini Pengakuan Korban yang Dijual ke Papua Sebagai Terapis

NA, korban saat ditemui di kediamannya, Selasa (18/9/2018). Lampost.co/Asrul

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- NA (19), warga Telukbetung Selatan, yang menjadi korban perdagangan manusia, oleh pelaku bernama Febi Yuliana Dewi (19), ternyata mendapat perbuatan tak menyenangkan.

Selama dua minggu di Spa Galaxy, yang terletak di KM 8 Sorong, Papua Barat, korban kerap mengalami penyiksaan.



Baca juga: Hilang Sepekan, Ternyata Anak Gadisnya Jadi Terapis Panti Pijat di Papua

"Saya pas disana aja pernah diseret dari pintu masuk sampe ke dalam, ke ruangan aquarium gitu (red ruang tunggu para terapist," ujar korban saat ditemui Lampost.co di kediamannya, Selasa (18/9/2018).

Bahkan ia juga sempat dipukuli. Ketika korban hendak pulang, maka diancam akan dianiaya. Akan tetapi, jika bisa menyerahkan uang Rp25 juta, maka korban bisa pulang ke kampung halamannya.

"Saya juga kan ke sana, niatnya kerja salon, sampe sana malah kerja pijat plus-plus. Kemudian saya telepon emak saya, dan di sana juga bapak saya lagi sakit, makanya ibu saya lapor polisi," katanya.

NA mengaku, keberangkatannya tidak sendiri, ia pergi mengadu nasib bersama salah seorang wanita berinisial LE, yang merupakan warga Lampung Tengah. Keduanya diantar oleh pelaku, sampai ke Bandara Radin Inten II, pada (3/9/2018).

Urusan transportasi, dan biaya Akomodasi, Febi bersama koordinator Spa tersebut yang mengurusnya.

"Kalau kenal sama Febi udah lama, udah ada 6 tahunan, ya saya awalnya dijanjiin kerja di salon, kalau tahu kayak begini mah enggak mau saya," katanya.

Bahkan menurut NA, selain dirinya dan L, ada Sekitar 10 warga Lampung lagi yang berkerja sebagai terapis di sana.

"Jadi mereka itu sebenarnya juga pengen pulang, kalau ada yang bisa pulangin, mereka mau," katanya.

 

Komentar