Lampung

Kemahalan, Sejumlah Sopir Truk Minta Tarif Tol di Bawah Rp1.000 Per Km

Foto: Lampost.co/Aan Kridalaksono

KALIANDA (Lampost.co) -- Sejumlah sopir truk angkutan barang lintas Jawa-Sumatera-Bali menilai tarif tol Rp1.000 per kilometer yang ditentukan untuk truk terlalu mahal. Mereka meminta tarif tol bisa dibawah Rp750 per kilometer. 

“Kalau Rp1.000/km tarif untuk truk kemahalan. Bisa habis, uang jalan yang kami dapat, hanya untuk bayar tol dan naik feri. Kalau bisa tarif untuk truk angkutan barang lebih murah dari mobil pribadi,” kata seorang sopir truk yang biasa mengangkut buah kelapa ataupun duku rute Lampung-Bali, Dodi (38) kepada lampost.co, Senin (11/3/2019).



Ia mengaku mendapatkan ongkos Rp6 juta untuk mengirimkan buah kelapa dari Lampung ke Bali. Namun tingginya tarif tol dan kapal feri terkadang membuat uang jalan tersebut habis tanpa sisa. 

Dodi menyebut, untuk truk yang menggunakan tol dari Merak ke Surabaya tarifnya bisa mencapai jutaan rupiah. Ditambah lagi ujar dia, tarif tol Lampung Tengah-Bakauheni.

“Supaya ada sisa uang, kami beralih dari Tol Trans Jawa kembali melaju di Jalan Pantura,” ujar warga Seputih Banyak, Lampung Tengah ini. 

Hal senada diungkapkan Gimin (43), sopir truk lainnya. Ia meminta tarif tol untuk truk setara dengan tarif mobil pribadi. 
“Seharusnya tarif tol mobil pribadi lebih mahal dari truk,“ ucapnya. 

Komentar