Lampung

Kemacetan di depan Bank Lampung Diakui Manajemen

Kemacetan kendaraan didepan Bank Lampung Krui terjadi setiap hari Kamis (6/9/2018) (Lampost.co/Yon Fisoma)

Krui (Lampost)  PIHAK Bank Lampung cabang Krui kabupaten Pesisir Barat mengakui tidak memiliki perencanaan saat menempati lokasi kantor mereka saat ini di pinggir Jalinpanbar kelurahan Pasar Krui Kecamatan Pesisir Tengah, terkait pengendalian arus lalu lintas kendaraan. Pasalnya hampir setiap hari terjadi kemacetan kendaraan motor dan mobil di jalan raya yang ada di depan kantor Bank Lampung tersebut apalagi kalau terjadi kenaikan transaksi di perbankan tersebut. 

Bagian operasional Bank Lampung Krui, Tondi Harahap mengatakan keramaian lalu lintas kendaraan di Pesisir Barat demikian pesat dan itu diluar antisipasi pihaknya saat akan menempati kantor tersebut.  Apalagi statusnya saat ini gedung bank tersebut disewa.



"Kami gak menyangka tetapi perkembangan sangat cepat,  upaya kami ada pengamanan di bank ini yang melakukan penguraian kemacetan kalau terjadi stagnasi kendaraan di jalan raya depan kantor kami, " kata dia kepada Lampung Post saat ditemui dikantornya,  Kamis (6/9/2018).

Meski belum menentukan lokasi, namun pihaknya memang memiliki rencana untuk pindah atau mendirikan kantor di lokasi yang lebih representatif.  "Ya ini usulan kami kepada kantor pusat,  kalau keputusannya nanti tergantung kantor pusat, " kata dia.

Sementara itu, warga menilai Jalinpanbar Pesisir Barat khusunya dipusat kota dan pusat pemerintahan belum ramah untuk pejalan kaki. Banyak mobil dan kendaraan motor yang menggunakan trotoar dengan seenaknya. Sejumlah mobil dan kendaraan roda dua juga tampak parkir di atas trotoar jalan. Bahkan sering memakan badan jalan seperti terlihat di depan Bank Lampung serta depan komplek toko yang ada. 

Hal ini sangat mengganggu aktivitas pejalan kaki, serta pengguna jalan besar yang akan melintas menuju bengkulu atau sebaliknya .dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan. "Sangat menganggu, satu untuk kemacetan, ini kan seharusnya pejalan kaki. Habis bagaimana ya, pemerintah sudah baik, tapi Perusahan Bank Lampung dan sejumlah Toko kurang mengerti. "Seharusnya mereka (Kepala cabang bank Lampung atau bos toko) mengerti serta paham inikan punya Masyarakat," kata seorang warga yang melintas.

Komentar