Weekend

Kelezatan Sate Bontet Melegenda

Kelezatan Sate Bontet Melegenda. (Foto:Lampost)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Bagi pecinta satai, restoran Sate Bontet Ria di Jalan Yos Sudarso, Way Lunik, Panjang, Bandar Lampung, pasti tidaklah asing. Tempat memanjakan lidah dengan aneka hidangan satai dari daging berkualitas dan cita rasa khas dari bumbu rempah spesial.

Pemilik Sate Bontet Ria, Eko Priono, mengatakan resep Sate Bontet sudah melegenda sejak pertama didirikan tahun 1972. Mulanya, usaha tersebut dijalankan oleh sang kakek dan berlanjut ke generasi selanjutnya.



"Kini sudah generasi ke tiga. Awalnya Sate Bontet itu berbentuk rumah panggung dan di belakang restoran ini langsung bisa melihat laut sebelum ditimbun," ujar Eko, belum lama ini.

Dinamakan Sate Bontet karena dahulu almarhum sang kakek, memiliki dijuluki tersebut, yang kemudian dijadikan merek dagang. Hingga kini, Sate Bontet sudah memiliki beberapa cabang, seperti di Way Halim, Sukarame, Telukbetung, dan Panjang.

Eko menyebut kelezatan melegenda Sate Bontet selain karena kualitas daging, juga pada bumbu rempah. Pemilihan daging dilakukan selektif, dari pedagang daging langganan yang selalu memasok daging segar.

Jenis daging yang digunakan kebanyakan adalah daging kambing dan ayam. Namun, bagi pelanggan yang hendak menikmati satai dari daging sapi, restoran ini juga selalu mengakomodasi.

"Hal lain yang membedakan Sate Bontet dengan lainnya yakni bumbu rahasia dari turun-temurun, kami pertahankan keasliannya, tetapi karena permintaan konsumen kami juga menambah menu baru," ujar Eko.

Selain cita rasa yang terus dipertahankan, Sate Bontet juga terus berinovasi dalam hal penyajian. Jika kebanyakan satai dihidangkan di piring, di restoran yang buka pukul 07.00 sampai 21.00 itu, satai disajikan di hot plate. Cara penyajian tersebut dilakukan untuk menjaga kehangatan daging satai sehingga tetap lembut ketika dilahap dan aromanya tetap menggoda.

"Kami memakai hot plate sudah sejak tahun 2000."

 

Sesuai Selera

Penyajian istimewa juga dilakukan pada bumbu kacang pelengkap santap Sate Bontet. Bumbu kacang sengaja dipisahkan dari satai.

"Karena setiap orang berbeda selera ada yang dicampur dan tidak, takarannya pun beda, jadi kami pisah, kadang ada konsumen yang minta dicampur," ujarnya.

Selain menikmati hidangan pamungkas, pengunjung juga dapat menikmati aneka hidangan lain yang tidak kalah lezat, seperti tongseng dan iga bakar spesial.

Untuk dapat menyantap menu-menu tersebut, pelanggan cukup membayar antara Rp35 ribu hingga Rp40 ribu untuk menu satai ayam dan kambing.

Restoran ini juga menyediakan layanan pesan antar, bekerja sama dengan jasa antar makanan Go Food.

Komentar