Pariwisata

Keasrian Alam Way Guyuran yang Memacu Adrenalin

Keasrian Alam Way Guyuran yang Memacu Adrenalin. (Foto:Lampost/Perhana)

BAGI yang suka tantangan dan keindahan alam yang alami, tempat wisata Way Guyuran yang terletak di Desa Jondong, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, layak dikunjungi. Way Guyuran yang terletak di lereng Gunung Rajabasa memiliki air terjun kecil dan tempat luncuran yang alami. Layaknya water boom, Anda bisa meluncur di celah batu alami sepanjang sekitar 30 meter.

Jarak sekitar 45 km dari Bandar Lampung menuju Kota Kalianda, selanjutnya menuju Desa Jondong yang berjarak sekitar 3 km. Sebelum menuju lokasi, hendaknya mempersiapkan barang bawaan seperti minuman, makanan, peralatan tracking. Maklumlah, tujuannya wisatanya masih alami jauh dari permukiman, tidak ada yang berjualan atau fasilitas apa pun termasuk kamar mandi.



Sesampainya di Desa Jondong, Anda bisa langsung menuju lokasi yang berjarak sekitar 2 km. Untuk kendaraan roda empat hanya bisa mencapai tengah perjalanan, selanjutnya harus berjalan kaki sejauh 1 km. Namun bagi yang membawa sepeda motor, bisa mencapai dekat lokasi.

Satu kilometer pertama menuju lokasi, Anda melewati perkampungan masyarakat sekitar. Selanjutnya perjalanan melalui jalan setapak menuju lokasi, tapi jangan khawatir jalan selebar satu meter mulus karena sudah dicor. Memasuki areal Gunung rajabasa, udara pegunungan sudah mulai terasa, sesekali terdengar suara-suara layaknya sedang berada di hutan rimba. Hutan yang dilalui sudah dikelola masyarakat, terbukti sepanjang perjalanan banyak terdapat pohon cengkih, cokelat, dan kopi.

Suasana tampak sepi, tapi tidak perlu takut, banyak masyarakat sekitar yang sedang berkebun di hutan tersebut. Jika ragu takut tersesat karena banyaknya pertigaan jalan, jangan takut untuk bertanya. Masyarakat sangat ramah kepada pendatang.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu kilometer, terdapat areal parkir sepeda motor. Biaya yang harus dikeluarkan jika parkir cukup membayar Rp10 ribu untuk satu sepeda motor. Sedangkan biaya masuk ke lokasi Way Guyuran tidak dipungut alias gratis.

Tantangan

Seratus meter terakhir, merupakan tantangan bagi pengunjung, karena hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Tebing yang terjal sangat menantang bagi yang penasaran dengan Way Guyuran.

Sesampai di lokasi, gemercik air pegunungan yang sangat dingin menyambut kedatangan. Air mengalir di sela-sela batu, meliuk-liuk menuju hilir. Di hulu terdapat air terjun kecil dengan ketinggian sekitar 3 meter, selanjutnya air mengalir ke hilir sepanjang 30 meter. Jangan mengharapkan lokasi ini terlihat rapi karena terdapat di tengah hutan Gunung Rajabasa. "Semua terlihat sangat alami dengan banyaknya suara khas pegunungan hutan rimba," kata seorang pengunjung yang enggan disebut namanya.

Mandi dan meluncur di air yang dingin layaknya di water boom alami punya tantangan tersendiri. Pada saat meluncur kedua tangan harus ke atas kepala karena ada bagian luncuran batu yang menyempit. Sedangkan di hilir luncuran terdapat genangan air yang lebar, sehingga kita tidak perlu takut terpental.

Komentar