Lampung Membangun

Jalur Kereta Api Jalan Urip Sumoharjo Akan Dibangun Underpass 2019

Plt.Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar saat meninjau lokasi pembangunan undespass di Jalan Urip. (2/3/2018). (Foto:Lampost/Deni Zulniyadi)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Dirjen Perkeretaapian akan membangun underpass di perlintasan kereta api Jalan Urip Sumoharjo pada awal 2019. Pembangunan yang akan menghabiskan dana APBN Rp50 miliar itu diharapkan dapat mengurangi kemacetan terutama menghilangkan resiko kecelakaan yang melibatkan kereta api.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Qudratul Ikhwan menjelaskan semua tahapan seperti DED, Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL), Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) telah dirampungkan. Tinggal tugas pemerintah daerah mensosialisasikan pembangunannya saja.



“Provinsi maupun kota, kita harus segera mensosialosasikan ke masyarakat sekitar sini yang terkena dampak pembebasan tanahnya, itu sudah semuanya ada by name,” kata dia saat meninjau perlintasan kereta api di Jalan Urip Sumoharjo bersama Plt Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar dan Kepala Ekskutif Vice Presiden PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Suryawan.
Qudratul menjelaskan selain di Jalan Urip Sumoharjo, rencananya underpas juga akan dibangun di perlintasan kereta api Jalan Komarudin, Bataranila namun pihaknya masih memperjuangkan agar bisa dibangun pada 2019 juga. “Semua persyaratan sudah, makanya kita sedang perjuangkan agar bisa dibangun di 2019 juga,” kata dia.
Sedangkan di Jalan Sultan Agung, pemerintah pusat menyarankan dibangun flyover. Tetapi pihaknya berharap tetap dibangun underpass, karena persyaratan DED, UPL UKL telah rampung. Terlebih lagi sudah ada flyovr di MBK, sehingga tidak baik jika Jalan Sultan Agung dibangun flyover lagi. “Kita masih perjuangkan. Kita sekarang masih rapat di Jogja masih mengupayakan juga di Jalan Komarudin, dan Sultan Agung,” kata dia.
Selain di Sultan Agung, flyover juga rencananya akan dibangun di Jalan Sentot, dan Jalan Pemuda.
Sedangkan underpass, bukan hanya tiga yang diusulkan, beberapa perlintasan jalur kereta api yang dilewati jalan raya lainnya yang juga dibangun underpass adalah Jalan Kamboja, Cokroaminoto, Perintis, dan Agus Anang (Garuntang). “Kita usulkan banyak, cuman yang sudah pasti diakomodir tahun 2019 Urip Sumoharjo,” kata dia.
Sementara itu, Plt Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar mendukung pembangunan underpass tersebut. “Ini adalah koordinasi dirjen perkeretaapian melalui balai terus kerta api, kemudian pemda provinsi dan Kota Bandar Lampung bagaiaman mengatasi kemacetan yang ada di rel kereta api,” kata dia.
Dia berharap jalan raya yang dilintasi jalur kereta api lainnya segera dibangun underpass sehingga kemacetan dapat terurai dan resiko kecelakaan dapat diatasi. ”Kalau dana ya APBN dari dirjen perkerataapian, ini bentuk kepedulian pemerintah pusat terhadap daerah,” ujarnya.
Kepala Ekskutif Vice Presiden PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Suryawan menambahkan pembangunan underpass ini tidak akan terlaksana tanpa dukungan dari masyarakat termasuk masyarakat sekitar. “Kita berharap masyarakat bisa membantu terkait pembebesan lahan karena ini untuk masyarakat, tidak ada kepentingan orang satu dua,” kata dia.

Komentar