Otomotif

Hino Siap Ikuti Kebijakan B2O

Foto: Dok. Hino

JAKARTA (Lampost.co) -- PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menyatakan siap mengikuti dan mendukung kebijakan pemerintah yakni implementasi program mandatori biodiesel 20% (B20). Implementasi B20 adalah perpaduan 20 persen dari minyak nabati 80 persen solar.

Direktur penjualan dan Promosi HMSI Santiko Wardoyo mengatakan sejak program B20 dcanangkan, Hino sudah siap menggunakan B20 pasalnya kendaraan yang diproduksi Hino selalu mengalami pengembangan dan penyesuaian mengikuti kondisi yang ada di Indonesia.



"Untuk itu bagi customer setia Hino tidak perlu khawatir, karena Hino telah lulus uji dan siap menggunakan bahan bakar biodiesel 20 persenatau B20," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Menurutnya, sejak tiga tahun yang lalu, Hino telah melakukan pengujian pada mesin dengan teknologi common rail dengan metode uji engine bench test. Pengujian tersebut dilakukan di Balai Thermodinamika Motor dan Propulsi (BTMP-BPPT) selama 400 jam dengan beban penuh pada putaran mesin maksimum yaitu 2.500 rpm selama 8 jam per hari.

"Metode uji tersebut merupakan metode yang disarankan oleh prinsipal Hino di Jepang yaitu Hino Motors, Ltd. yang diklaim lebih memaksa mesin melakukan performa maksimal jika dibandingkan dengan road test atau kondisi pemakaian aktual di jalan," ungkapnya.

Dari hasil test tersebut, kata Santiko, hanya ditemukan penyumbatan filter bahan bakar yang akibatkan oleh glicerol dan selulosa hasil belnding bahan bakar kelapa sawit dan solar, namun dengan kontrol dan perawatan yang rutinkan dapat mencegah atau diminimalisir penyumbatan filter tersebut dan hasilnya mesin Hino telah lulus uji menggunakan bahan bakar biodiesel B20.

 

Komentar