Mudik Dan Lebaran

Hingga Senin, Jumlah Lakalantas Pemudik Menurun Dibanding 2017

Jajaran PoldaLampung saat memantauarus mudik dan balik Lebaran di Pos Pam Simpang Baruna, Selasa (19/6/2018). (Foto:Lampost/Asrul)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Direktorat Lalulintas Polda Lampung terus melakukan pencegahan Lakalantas, khusunya di jalur rawan kecelakaan mudik, pada operasi ketupat Krakatau 2018.
Berdasarkan data dari Ditlantas Polda Lampung, hingga Senin (18/6/2018) atau 12 hari kerja, ada 3 kejadian laka lantas dengan rincian 0 meninggal dunia, 3 luka berat (lb), dan 3 Luka ringan dengan kerugian mencapai Rp1,1 juta, data tersebut turun dari 12 hari kerja oeprasi Ramadiniya 2017 yakni 5 Lakalantas dengan rincian 2 meninggal, 7 LB dan 8 LR.
Pada tahun ini, jumlah orang yang mengalami Lakalantas yakni 4 orang pemudik, dan 2 orang nonpemudik, dan semuanya mengalami Lakalantas di jalur mudik.
Sementara hingga Senin (18/6/2018) jumlah pelanggaran 3.038 dengan rincian 2.888 teguran dan 150 tilang, turun dari tahun lalu yakni 3.408 pelanggaran dengan rincian 3.157 teguran, dan 251 tilang.
Dirlantas Polda Lampung, Kombes Kemas Ahmad Yamin, mengatakan, jumlah kecelakaan menurun dibanding sebelumnya, sedangkan hingga Selasa (19/6/2018) pendataan dan anev masih dilakukan.
"Saya enggak pegang data pasti, tapi angka Lakalantas menurun, karena kita sudah lakukan berbagai persiapan. Sempat ada isu, h-3 angka Lakalantas tinggi, tapi di kroscek, itu nonpemudik, jadi emang harus dibedakan, ujarnya di Pos Pam Simpang Baruna, Panjang, Selasa (19/6/2018).
Langkah yang dilakukann Ditlantas yakni memetakan seluruh titik rawan, bersama Kasatlantas tiap Polres, dan mengambil kebijakan yang sifarnya mencegah Lakalantas dan kemacetan di jalur mudik. "Setiap Satlantas juga aktif melakukan monitoring di titik-titik rawan," katanya.
Sementara Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Lampung AKBP Bryan Benteng mengatakan, upaya rekayasa dan pemetaan di jalur rawan Lakalantas telah dilakukan secara signifikan.
Untik Jalur lintas Barat, lokasi rawan Lakalantas ada tiga titik yakni, KM 36-37 Wates, Kecamatan Gadingrejo, KM 73-74 Banjar Manis, Gisting, dan Pekon Pemerintahan Bengkunat.
Untuk jalur lintas tengah, lokasi rawan lakalantas yakni, SP Pabrik Areng Natar, Turunan Tarahan Km 21-22, KM 91-94, Desa Pahar Blambangan Pagar, dan Kampung Negeri baru KM 195 Blambangan Umpu.
Untuk Jalur Lintas Timur, titik rawan laka yakni, Km 79-80 Way Pengubuan, KM 106 SP Mataraman Sukadana, KM 99 Astra Ksetra Menggala, dan KM 194-196 Kampung Agung Batin, Mesuji.
Jenis rekayasa yang diterapkan di jalur tersebut beragam, mulai dari pemasangan rambu lalu lintas, dan juga himbauan di titik rawan, melakukan penandaan lokasi dengan rambu bercahaya pada malam hari, penimbunan jalan pada titik-titik rawan longsor, serta jalan berlubang, hingga pemasangan pita kejut, di kontur jalan menurun.
"Upaya sweeping anggota lantas mobile di titik rawan laka, rawan macet, kalau ada mobil mogok, jalanrusak, dan lain-lain langsung dilakukan penindakan," katanya.

Ia mencontohkan pemasangan pita kejut di Km 21-22 Tarahan Jalinteng salah satunya, guna melakukan pembatasan kecepatan kendaraan. Kemudian di Jalinbar Km 73-74 Gisting, kondisi jalan yang menanjak dan Menurun, penebalan rambu, pemasangan pembatas jalan, dan hal-hal lainnya sudah dilakukan. Di Jalintim juga kondisi dan Rekayasa serupa.
"Yang terpenting 2.248 personel Ditlantas dan Satlantas sudah semaksimal mungkin," katanya.



Sementara hingga Senin (18/6/2018) PT Jasa Raharja Cabang Lampung mencatat, ada 1 pemudik yang meninggal dunia (MD), dan 10 orang yang mengalami luka-luka. Untuk nonpemudik, jumlah MD 17 orang, dan Luka-luka 50 orang.
"Untuk pemudik yang meninggal, kita berikan santunan hingga Rp50 juta, yang Luka-luka kita berikan biaya perawatan hingga maksimal Rp20 juta," ujar Kepala PT Jasa Raharja Suratno, Selasa (19/6/2018).

Komentar