Internasional

Hamas dan Israel Bahas Gencatan Senjata

Bentrokan terjadi di sepanjang perbatasan Gaza-Israel sejak Maret 2018. (Foto: AFP)

Gaza (Lampost.co) -- Unjuk rasa dan bentrokan di pekan ke-19 di sepanjang perbatasan Gaza menewaskan satu orang dan melukai lebih dari 200 lainnya, Jumat 3 Agustus 2018. Kematian terjadi saat kelompok Hamas dan Israel sedang membahas mengenai gencatan senjata.

Kantor berita Palestina WAFA mengidentifikasi pengunjuk rasa yang meninggal dunia sebagai Ahmad Yahya Yaghi, 25. Ia ditembak saat protes terjadi di dekat kota Gaza. 
Sekitar 90 dari total korban luka dalam bentrokan terbaru mengalami luka senjata api, sementara sisanya akibat menghirup gas air mata.

Sementara media Haaretz melaporkan adanya bom udara menyebabkan sedikitnya 26 titik kebakaran di wilayah Israel. Sebuah tank Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menembaki posisi Hamas sebagai balasan atas serangan bom udara.

Protes terbaru merupakan bagian dari demonstrasi Great March of Return di sepanjang perbatasan Gaza-Israel yang sudah sejak Maret. Inti dari gerakan ini adalah mendesak agar para pengungsi Palestina dapat pulang ke tanah mereka yang kini sudah diduduki Israel.

Dilansir dari UPI, Sabtu 4 Agustus 2018, Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 140 warga Palestina tewas sejak protes dimulai pada 30 Maret.

Protes terbaru terjadi ketika para pejabat Hamas melakukan perjalanan dari Mesir ke Gaza pada Kamis kemarin untuk membahas kemungkinan gencatan senjata.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan membatalkan rencana kunjungan ke Kolombia pekan depan untuk membahas cara mengakhiri ketegangan di sepanjang perbatasan Gaza.

Komentar