Lampung

Hajatan di Lamsel Kembali Picu Keracunan Massal

Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto saat mengunjungi korban keracunan di Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi, Selasa (11/9/2018). (Lampost.co/Armansyah)

KALIANDA (Lampost.co) -- Sebanyak 42 masyarakat di Dusun Pematangsari, Desa Sumberagung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, diduga alami keracunan. Mereka Korban yang alami mual, muntah dan buang air besar (BAB) itu diindikasi usai menyantap sayur nangka dan ayam potong ditempat lokasi syukuran kelahiran anak (hajatan muyen).

Menurut keterangan, Putu Murni (40) warga Dusun Pematangsari, mengaku dirinya bersama warga lainnya terakhur menyantap sayur nangka dicampur ayam potong di lokasi acara muyen di dusun setempat, pada pada Kamis (6/9/2018) malam. Namun, keesokan harinya ia mulai merasakan mual, muntah dan diare.



"Dari situ saya mulai berobat jalan di klinik. Dan Senin (10/9/2018) makin parah badan jadi lesu yang akhirnya dirawat di Puskesmas Rawat Inap (PRI) Sragi. Saya kurang tau, tapi setelah acara Muyen itu mulai terasa mual dan diare," kata dia saat ditemui Lampost.co, Selasa (11/9/2018).

Sementara itu, Kepala UPTD PRI Sragi, Sumari mengatakan berdasarkan data dari lokasi sebanyak 42 orang yang terkena dugaan keracunanan tersebut. Dimana, sebanyak 21 orang yang berobat dan 16 orang di rawat PRI Sragi. Sedangkan, 5 orang lainnya merasakan mual tapi tidak berobat.

"Sejaiuh ini belum tahu penyebabnya. Sedangkan, makanan yang mereka nilai pemicu keracunanan itu sudah tidak ada lagi dilokasi. Hanya air sumur dan air galon yang kami bawa untuk cek laboratorium," katanya.

Dari 16 orang yang dirawat, kata Sumari, sebanyak 6 orang dinyatakan sudah bisa pulang karena kondisi badan sudah pulih. Kemudian, Dinas Kesehatan Kabupaten Lamsel telah membawa sampel untuk uji laboratorium berupa air sumur, air galon, muntahan dan feases (kotoran).

"Untuk hasil uji laboratorium akan keluar satu pekan kemudian baru ketahuan. Kami saat ini hanya fokus dulu terhadap korban yang masih dirawat. Untuk saat ini kami sudah ada 2 dokter umum dan dibantu 2 dokter dari Puskesmas Ketapang," kata dia.

Terpisah, Plt. Bupati Lamsel Nanang Ermanto mengatakan pihaknya berharap kedepannya masyarakat harus lebih meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar tidak ada kejadian yang serupa. Ia meminta masyarakat massal untuk lebih berhati-hati terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, penyebab keracunan bisa jadi karena lingkungan atau air yang kurang bersih.

Baca Juga:

41 Korban Keracunanan Diduga Usai Santap Sayur Ayam Potong

"Semua ini sudah kehendak dari Allah swt. Tapi, yang terpenting masyarakat harus bisa meningkatkan PHBS. Apalagi kalau mau ada acara, semua makanan harus higenis. Ya Mudah-mudahan kedepannya tidak terulang kembali," katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, kejadian keracunan tersebut merupakan peristiwa yang kedua kalinya. Dimana, pertama di Kecamatan Candipuro yang menelan ratusan korban beberapa bulan lalu.

Komentar