Weekend

Gugah Kesadaran Bersama Selamatkan Harimau Sumatera

Ilustrasi perburuan satwa dilindungi. (Dok.Lampost.co)

SUASANA di SDN 2 Sukaraja, Kabupaten Tanggamus, pekan lalu mendadak ramai. Seekor harimau yang lemah terbaring di salah satu kelas dan mejadi tontonan siswa. Mereka tidak takut, tetapi malah memasang wajah iba pada nasib si raja rimba itu.

Bukan peristiwa sesungguhnya, tontonan seekor harimau yang menjadi korban akibat konflik dengan warga itu merupakan sebuah drama teatrikal. Pertunjukan yang digelar oleh penggiat komunitas Tiger Heart Lampung itu untuk menggugah kesadaran para siswa pentingnya melestarikan harimau sumatera.



Pengurus komunitas Tiger Heart Lampung, Esanur, menuturkan kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Harimau Sedunia yang dilakukan setiap tanggal 29 Juli. SDN 2 Sukaraja dipilih sebagai salah satu lokasi peringatan karena letaknya dekat dengan kawasan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

"Kegiatan ini dilandasi karena kondisi populasi harimau sumatera yang mendekati kepunahan. Kami bersama mitra melaksanakan dua rangkaian kegiatan, salah satunya drama teatrikal untuk memberikan pemahaman para siswa di SDN 2 Sukaraja," ujarnya.

Pertunjukan tersebut dimainkan oleh para anggota komunitas Tiger Heart Lampung yang selama ini melakukan pelestarian harimau sumatera (Panthera tigris sondaica) bersama organisasi lingkungan Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP). Melalui kegiatan itu, Esa berharap bisa terbangun kesadaran sejak dini warga bahwa melestarikan harimau sumatera dapat dilakukan dengan menjaga habitatnya.

Selain mengadakan pertunjukan drama teatrikal, komunitas Tiger Heart Lampung juga melakukan orasi pelestarian harimau yang dilaksanakan di ruang terbuka hijau Kotaagung, Tanggamus. "Kegiatan ini dirangkai dengan pembagian materi edukasi pelestarian harimau sumatera berupa pin, pamflet, stiker, serta melibatkan sekitar 300 masyarakat dan berbagai komunitas," ujarnya.

 

Satwa Kunci

Esa menuturkan peringatan Hari Harimau Sedunia di Kabupaten Tanggamus menjadi upaya nyata dari para pihak untuk turut serta melestarikan satwa kunci. Sebab, harimau sumatera yang hanya ada di Pulau Sumatera dan makin langka.

"Keberadaan harimau sumatera menjadi kekayaan alam yang ada di Kabupaten Tanggamus yang harus kita jaga bersama dan menjadi kebanggaan masyarakat," ujarnya.

Untuk itu, ikut melestarikan satwa kunci tersebut adalah sebuah kewajiban seluruh masyarakat.

Jumlah populasi harimau sumatera yang makin langka, menurut Esa, menjadi perhatian tersendiri bagi kalangan muda penggiat konservasi. Oleh sebab itu, komunitas Tiger Heart Lampung hadir untuk memberikan sebuah kontribusi, berupa pendidikan untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai rumah tempat tinggal harimau sumatera.

Komentar