Feature

Gernas Baku, Provokasi Masif pada Ekosistem Pendidikan (2)

Bunda PAUD Kecamatan Natar Gustiana menyapa dan menyalami orang tua siswa TK Sekar Melati Pewa Natar, Lampung Selatan, beberapa waktu lalu. (Lampost.co/Delima)

TUGAS orang tua bukan cuma mengantar-jemput anak dari sekolah. Mereka juga harus terlibat langsung dalam program dan kegiatan sekolah. Titin Prihatin selaku Penilik PAUD Kecamatan Natar menegaskan keberhasilan pendidikan bergantung koordinasi orang tua, sekolah, dan lingkungan.
Dukungan orang tua pada program sekolah salah satunya dengan membacakan buku cerita untuk anak minimal 15 menit setiap hari. Yang paling baik adalah saat malam hari, sebelum si buah hati terlelap.

Titin merekomendasikan buku cerita rakyat untuk dibacakan jelang waktu tidur. "Jenis bacaan saat ini amat banyak. Bukan hanya Kancil dan Buaya," ujarnya.



Membacakan buku penting agar anak tidak hanya menonton televisi dan melulu bermain gawai. Ia mendorong orang tua mengenalkan berbagai cerita rakyat, seperti Si Pahit Lidah dari Lampung dan Tangkuban Perahu dari Jawa Barat. "Cermati, pilihlah cerita yang sarat pesan moral," ujar Titin.

Orang tua juga diminta aktif mendampingi siswa di sekolah. Menurut dia, siswa yang jarang didampingi orang tua ke sekolah cenderung rendah diri. "Anak yang sering ditemani orang tua ke sekolah, lebih ceria dan percaya diri," kata dia.

Ketua Himpaudi Kecamatan Natar, Maria Magdalena Azi, menjelaskan sosialisasi Gernas Baku semarak dengan kehadiran siswa dan orang tua dari 40 lembaga TK/PAUD. Sebelum membacakan buku, para guru mengajak siswa dan orang tua Senam Gernas Baku.

"Senam ini merangsang motorik siswa dan orang tua agar lebih bersemangat memulai kegiatan," kata Maria.

Ia memberi pembekalan pada orang tua agar siap menjawab pertanyaan spontan yang mungkin muncul dari anak saat cerita dibacakan. Jawaban harus sederhana dan logis agar rasa ingin tahu anak terpuaskan. Maria menyatakan komitmennya untuk memantau kesinambungan gerakan itu.

Semarak Gernas baku juga mewarnai akhir pekan orang tua dan 920 anak TK/PAUD di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan. Gernas Baku juga mempererat interaksi orang tua, siswa, dan guru TK Annida, Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran.

Tidak ketinggalan, Pemkab Tulangbawang Barat turut mencanangkan gerakan itu. Kegiatan dipusatkan di PAUD Al-Bayan, Tiyuh Dayaasri, Kecamatan Tumijajar, diikuti orang tua dan siswa dari 60 TK dan PAUD.

Komentar