Feature

Gernas Baku, Provokasi Masif pada Ekosistem Pendidikan (1)

MEMBACAKAN CERITA. Orang tua membacakan cerita untuk anaknya dalam sosialisasi Gernas Baku yang diadakan di TK Sekar Melati Pewa, Natar, Lampung Selatan, beberapa waktu lalu. (Lampost.co/Delima)

TATAPAN Jona semakin lekat mengamati mimik ibunya, Febrina, yang membacakan bagian akhir cerita. Sesi membaca buku cerita Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (Gernas Baku) di TK SPS Sekar Melati Pewa, Kecamatan Natar, Lampung Selatan pada Sabtu (5/5) lalu berlangsung seru. Dengan mulut setengah menganga, bocah 6 tahun itu hanyut dalam kisah fabel yang hampir selesai.

Gerakan masif yang dilaksanakan serentak oleh orang tua beserta siswa TK dan PAUD se-Indonesia itu memberi pengalaman baru bagi Jona dan peserta lainnya. "Akhirnya, sang kancil berhasil memenangkan pertandingan dengan cara yang benar!" kata ibu muda itu dengan intonasi meninggi. "Yes!" sambut Jona sambil tos dengan sang bunda. Kegiatan membaca buku cerita ditutup dengan saling lempar senyum.



Sejurus kemudian, ibu-anak itu bergegas menuju kerumunan di tengah halaman TK. Di sana, peserta yang sudah selesai membacakan buku nampak asyik bercengkrama dengan panitia berseragam Himpaudi. Obrolan mereka seputar judul-judul buku cerita anak terbaru.

TK tertua di Kecamatan Natar itu terpilih menjadi salah satu tempat sosialisasi Gernas Baku. Orang tua dan anaknya tersebar di berbagai sudut. Ada yang di bawah pohon, di pelataran taman, hingga teras sekolah. Kegiatan utamanya membacakan buku cerita. Aksi sederhana itu tenyata memberi dampak besar bagi anak. Kehangatan dan kedekatan ibu-anak nampak jelas. Ada anak yang minta dipangku selama cerita dibacakan. Ada yang tertawa bersama saat bagian jenaka dikisahkan.
 
Pemerintah pusat menginstruksikan akhir pekan pertama Mei sebagai momentum peningkatan pendidikan usia dini melalui Gernas Baku. Gerakan pelibatan orang tua pada satuan pendidikan itu disambut hangat masyarakat serta pihak terkait seperti Himpaudi, IGTKI, dan IGRA di daerah.
Kehadiran Bunda PAUD Kecamatan Natar, Gustiana, menambah semangat orang tua dan para guru untuk bergandeng tangan mendidik generasi penerus bangsa.

"Orang tua harus belajar mendidik dengan benar. Tugasnya bukan sebatas melahirkan anak saja," ujarnya saat membuka sosialisasi.

Gerakan pemacu minat literasi itu digadang membakar semangat orang tua dan guru untuk belajar dan bekerja sama. Orang tua memberi rekomendasi kepada sekolah tentang buku menarik untuk perpustakaan. Guru menjelaskan teknik bercerita. Baik dengan atau tanpa alat peraga agar orang tua bisa mendongeng secara menarik.

"Saya akan meminta kepada 26 kepala desa se-Natar untuk menyukseskan Gernas Baku. Salah satunya dengan menganggarkan dana desa untuk pengadaan buku cerita di taman bacaan dan sejenisnya," ujar Gustiana.

Komentar