Lampung

Gara-gara Status Medsos, MA Minta Maaf ke Warga Limau

Upaya Rembug Pekon oleh jajaran Polsek Limau akibat status di Medsoa. (Foto:Lampost/Abu Umaraly)

KOTA AGUNG (Lampost.co)--Di era digital saat ini mulai berkembang istilah "Jarimu adalah Harimaumu". Seperti yang terjadi belum lama ini MA (17) pelajar Cukuhbalak nyaris memicu suasana keruh dengan para pemuda Limau akibat postingan di media sosial yang bernada menghina, Kamis (6/9/2018). 

Setelah mendapatkan informasi tersebut pihak Polsek Limau bertindak cepat dengan melakukan upaya perdamaian melalui Rembug Pekon. Proses perdamaian turut disaksikan oleh Kapolsek Limau Iptu Rukmanizar, Kapolsek Cukuhbalak Ipda Dian Afrizal, Danramil Cukuhbalak, Camat Limau, Anggota DPRD Tanggamus Herlan, Kepala Pekon Badak Bulkhaini, tokoh Pemuda Limau diwakili Noga dan kawan-kawan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, orang tua MA dan perwakilan masyarakat Pekon Doh Cukuhbalak.



Upaya perdamaian berjalan sukses setelah para pemuda Limau dengan ihklas menerima permintaan maaf MA. Namun demikian mereka meminta MA agar tidak mengulangi perbuatannya. 

"Demi kebaikan yang bersangkutan, sebaiknya MA membuat video permohonan maaf dan disebarkan ke jejaring sosial, khususnya akun warga Limau," kata Noga.

Dalam video ini, MA diminta meminta maaf atas nama pribadi dan tidak mengatasnamakan Kecamatan Cukuhbalak.

Kapolsek Limau Iptu Rukmanizar mendampingi Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma mengatakan, bahwa kesepakatan damai sudah dituangkan dalam surat perjanjian. Dia berharap hal ini dapat dijadikan pelajaran bagi warga masyarakat supaya berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

"Jagalah jarimu ketika menggunakan medsos, bersikap bijak. Kemudian teliti kebenaran isinya sebelum di share," kata Kapolsek.

MA telah meng-upload statusnya yang menuding soal banyaknya gadis yang sudah tidak perawan. Pada statusnya tersebut MA juga membubuhkan nama daerah yang letaknya berdekatan dengan desa tempat tinggalnya. 

Komentar