Oasis

Gangguan Makan dengan Otak

Ilustrasi otak. (Dok/Hellosehat)

GANGGUAN makan dapat memengaruhi pola pikir otak dan kemampuan untuk merasakan sesuatu, demikian menurut sebuah studi. Salah satu gangguan makan yang jelas berperan dalam hal ini adalah anoreksia nervosa, gangguan makan yang membuat orang terobsesi dengan berat badan mereka.

Penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal JAMA Psychiatry tersebut meneliti lebih dari 100 peserta, termasuk 56 wanita remaja dan dewasa muda dengan anoreksia nervosa berusia antara 11 dan 21 tahun serta 52 peserta kontrol yang sehat.



Hasilnya, respons otak yang lebih tinggi menyebabkan penghindaran bahaya yang lebih tinggi pada mereka dengan anoreksia nervosa. Akibatnya, muncul rasa tidak puas pada tubuh sendiri pada mereka yang memiliki kecemasan dan ketakutan berlebih.

Respons sistem hadiah dopamin yang ditingkatkan merupakan adaptasi terhadap kelaparan. Individu yang rentan terhadap pengembangan anoreksia nervosa bisa sangat sensitif terhadap pembatasan makanan dan adaptasi respons selama periode pengembangan.

Komentar