Tajuk Lampung Post

Fokus Kembali Membangun Lampung

Ilustrasi (Foto: Dok/Google Images)

SETIAP kompetisi pasti ada yang menang dan kalah. Begitu juga dengan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Lampung yang dihelat pada 27 Juni 2018 lalu, telah masuk babak akhir.

Komisi Pemilihan Umum Lampung telah resmi menetapkan pasangan Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung 2018 nomor urut 3, sebagai pemenang pilkada setelah melalui tahapan proses hukum di Mahkamah Konstitusi.



Hal tersebut sesuai dengan Keputusan KPU Provinsi Lampung Nomor: 427/HK.03.1-Kpt/18/Prov/VIII/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung Terpilih tanggal 12 Agustus 2018. Sementara pelantikan pasangan tersebut diagendakan pada 2019 usai pemilihan presiden.

Keputusan MK itu mengukuhkan hasil pleno KPU Lampung, Minggu (8/7), di mana pasangan calon nomor urut 3 Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim unggul di peringkat pertama dengan perolehan 1.548.506 suara atau 37,77%, urutan kedua pasangan calon nomor urut 2 Herman HN-Sutono dengan raihan 1.054.646 suara (25,73%). Kemudian urutan ketiga ditempati petahana Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardho-Bachtiar Basri dengan raihan 1.043.666 suara (25,46%). Di tempat keempat Mustafa-Ahmad Jajuli dengan perolehan 452.454 suara (11,04%).

Pemenang pesta demokrasi Lampung 2018 telah ditetapkan. Hentikan segala perselisihan dan sengketa terkait pilkada. Pertikaian hanya menghasilkan amarah dan patah arang yang berujung sia-sia. Menjunjung sportivitas, yang kalah harus mampu menerima kenyataan, sedangkan yang menang jangan jemawa.

Kini saatnya seluruh masyarakat Lampung fokus dalam membenahi dan memajukan Bumi Lampung. Masih banyak pekerjaan besar yang harus dilakukan bagi kemajuan dan kemaslahatan masyarakat Lampung. Hal ini karena Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera harus dipacu di bidang pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi.

Kita pun mengapresiasi imbauan calon gubernur Lampung terpilih Arinal Djunaidi yang meminta jajaran pejabat Pemprov Lampung tetap loyal kepada Gubernur periode 2014—2019 M Ridho Ficardo. Apa pun hasil Pilgub Lampung, gerbong birokrat Pemprov Lampung harus tetap solid melayani rakyat.

Mengemban amanah sebagai pemimpin tentu tidak mudah. Karena negeri ini, termasuk Lampung, membutuhkan pemimpin yang berintegritas kukuh untuk pengabdian paripurna membangun daerah. Hal ini dapat diawali dari  gubernur terpilih dengan membangun tim transisi. Sebagai pemimpin baru di Lampung, tentunya jangan sungkan untuk melanjutkan pembangunan yang telah ada dan bernilai positif.

Estafet pembangunan harus berlanjut. Sebab, ciri pemimpin masa depan di antaranya mau turun langsung ke masyarakat, pekerja keras, konsisten menjalankan program visioner, melakukan aksi nonkonvensional di luar protokoler, serta membuat gebrakan melalui kemitraan dengan banyak pihak demi kepentingan rakyat.

Komentar