Hiburan

Film 22 Menit Hentak Penonton Lampung

Fimn 22 Menit. (Ilustrasi)

MEDIO Januari 2016, suasana di Jalan MH Thamrin, Jakarta, terasa tenang. Namun, ketenangan itu terguncang karena tiba-tiba saja terdengar ledakan bom yang menghentak siapa yang mendengar. Kondisi menjadi genting dan mencekam.

Ledakan bom itu memorakporandakan seisi gedung, perkantoran, restoran, dan semua yang ada di sekitar Jalan MH Thamrin. Hebatnya, polisi menangkap kelima pelaku bom bunuh diri tersebut kurang dari satu jam, tepatnya kira-kira 22 menit. Dan itulah yang menjadi judul cerita film yang dibintangi oleh Ario Bayu di seluruh bioskop Indonesia.



Peristiwa dua tahun silam itu diangkat kembali ke layar lebar sekaligus membangunkan ingatan orang Indonesia soal tragedi bom tersebut. Film garapan sutradara Eugene Panji dan Myrna Paramita, yang dirilis pada 19 Juli, itu diputar secara serentak. Film tersebut langsung mendapat apresiasi dari masyarakat, tidak terkecuali di Lampung.

Film berdurasi 90 menit itu berkisah seorang polisi bernama Ardi (Ario Bayu) dan rekan-rekannya yang bertugas memburu pelaku pengeboman. Polisi lalu lintas bernama Firman (Ade Firman Hakim) turut membantu menenangkan warga. Dalam film itu, baku tembak tidak terhindarkan. Salah satu korban adalah office boy bernama Anas (Ence Bagus) yang sedang membeli makan siang pesanan teman kantornya.

Korban luka lain adalah Dessy (Ardina Rasti) dan Mitha (Hana Malasan), dua karyawati yang sedang bergegas ke tempat kerja. Ardi, Firman, dan segenap jajaran unit antiterorisme mempertaruhkan nyawa mereka demi mengamankan Ibu Kota dari ledakan bom tersebut. Dalam 22 menit, pelaku berhasil dibekuk.

 

Atensi Khusus

Film tersebut mendapat atensi khusus dari Kapolda Lampung Irjen Suntana dan Gubernur Lampung m Ridho Ficardo. Suntana mengungkapkan film 22 Menit itu menceritakan keadaan yang sebenarnya.

“Kejadiannya memang hampir seperti itu. Dan saya berada di TKP ketika selesai ledakan bersama polisi yang lainnya," ujar dia usai menonton bareng di XXI Premier Mal Kartini beberapa hari lalu.

Kapolda juga menjelaskan film tersebut mengungkapkan keberadaan kelompok kecil orang bernama teroris mampu mengguncang dan menakutkan masyarakat. Dia berharap film ini bisa menjadi pelajaran dan edukasi bagi masyarakat.

Ridho menilai polisi telah mengambil langkah cepat dalam mengatasi ancaman terorisme dan telah terdokumentasi dengan baik. Namun, ke depan semua hal harus diantisipasi lebih cepat.

"Dari sisi penindakan sudah cukup baik. Namun, tentunya pencegahan deteksi dini tetap harus diperkuat," kata Ridho.

Komentar