Feature

Eks Pasar Griya Sukarame kerap Disebut Gaza-nya Lampung

Sejumlah anak masih bermain di seputaran eks pasar Griya Sukarame yang digusur Pemkot Bandar Lampung. (Foto:Lampost/Deni Z)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Korban penggusuran menyebut Pasar Griya Sukarame adalah Jalur Gaza Lampung. Selain terjadi konflik antara warga dan Pemkot, korban penggusuran pun terkatung katung, bahkan anak-anak menjadi korban.
Pemantauan Lampost.co, belasan batita, balita, dan anak kecil berkumpul di dalam musalah warna hijau yang diperkirakan berukuran 6 x 7 meter itu. Bangunan itu adalah satu satunya yang selamat dari penggusuran.
Beberapa anak asyik main bersama temannya, berlarian kesana kemari diantara puing puing. Beberapa diantaranya menangis sambil mencari ibu nya yang tengah sibuk mengais sisa sisa gusuran yang masih bisa dimanfaatkan.
Mereka memang belum mengerti apa yang terjadi. Namun mereka menjadi korban dan peristiwa itu. Bahkan diantaranya ada yang tidak sekolah karena seragam sekolahnya hilang tertimpa reruntuhan bangunan. Sedangkan anak kecil lainnya terpaksa menggunakan pakaian orang lain karena sudah tak punya pakaian bersih lagi.
"Warga luar ada yang menjarah kayu, besi, asbes, dan seng. Ya kita larang memasuki wilayah ini, karena wilayah ini wilayah konflik. Ini kan jalur gaza nya Lampung saya bilang. Kami di bombardir tentara israel," kata dia menjelaskan tentara israel yang dimaksud adalah petugas pol pp dan sejumlah alat berat melakukan penggusuran. 

Komentar