Kriminal

Dirazia, Belasan Anak Punk dan Pak Ogah Kocar-Kacir 

Sejumlah anak jalanan dan pelaku pak ogah yang berhasil dirazia petugas di sejumlah titik di jalan. (Foto:Lampost/Asrul SM)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Sekitar 12 orang terdiri dari remaja kelompok punk jalanan, dan pak ogah atau pengatur lalu lintas ilegal, kucar-kacir dikejar tim khusus antibandit (Tekab) 308, pada Selasa  (12/12/2017).

Pemantauan Lampost.co, tim opsinal Tekab 308 melakukan patroli, menyambangi titik-titik yang dinilai rawan kejahatan, pemerasan, premanisme hingga pencurian. Seperti di Jalan Soekarno-Hatta Kali Balok, Way Kandis dan jalan Untung Suropati.
Sekitar 8 punk terlihat sedang mengamen dan minum tuak di sekitar lampu merah Untung Suropati, ketika didekati petugas mereka kabur ke pemukiman warga. Sementara beberapa pak ogah diamankan di jalan Hayam Wuruk 2 orang, 2 di kali balok, dan 2 di Tanjungweneng. Mereka kedapatan mengatur lalu lintas dan beroprasi di u turn jalan.



Usai diamankan, semuanya di bawah ke Mapolresta Bandar Lampung, untuk dimintai keterangan, beberapa diantaranya anak di bawah umur, khususnya 2 remaja perempuan punk.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Komisaris Harto Agung Cahyo mengatakan mereka, hanya didata dan diberi himbauan untuk tidak mengulang perbuatannya, baik punk yang biasa mengamen di jalan dan mabuk-mabukan, serta pak ogah yang melakukan pungli dengan modus mengatur laju kendaraan.
"Kami lakukan penyisiran, belum ada tindak pidana, hanya saja ada beberapa anak punk dan pak ogah yang kerap dikeluhkan masyarakat. Itu kita amankan, kita data dan kita beri arahan, orang tua mereka khususnya yang di bawah umur harus datang untuk menjemput mereka," kata Harto di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa (12/12/2017).
Penyisiran tersebut sebagaimana perintah dari Kapolri ke jajaran Polda hingga Polresta, jangan sampai ada kejahatan menjelang natal, tahun baru, dan libur panjang, dengan Operasi Lilin yang akan segera digelar pada 18 Desember mendatang.
"Patroli akan terus kita gelar, hunting orang-orang mencurigakan dan meresahkan, di titik-titik rawan terus kita upayakan, dari sekarang hingga operasi lilin nanti resmi digelar," kata Mantan Kasatreskrim Polres Lampung Tengah itu.

Titik-titik sararan oprasi,  yaitu tempat keramayan yang banyak kegiatan masyarakat dan titik maraknya premanisme, seperti pusat perbelanjaan, tempat wisata, pasar tradisional, pelabuhan, terminal, stasiun, hingga jalur-jalur by pass persinggagan penumpang yang menaiki bus AKAP.
"ya titik-titik keramaian seperti di stasiun,  pasar dan mall sedangkan untuk titik rawan premanisme di tempat yang sedang rawan kejahatan jalanan dan C3,"paparnya.

Komentar