Lampung

Dinkes Pesisir Barat Gelar Advokasi Sosialisasi Kampanye Campak

Dinkes Kabupaten Pesisir Barat saat menggelar acara advokasi sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan kampanye measles rubella di aula Lamban Yoso, Pekon Serai, Kecamatan Pesisir Tengah, Selasa (10/7/2018). (Foto: Lampost/Deta Citrawan)

KRUI (Lampost.co) -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), menggelar acara advokasi sosialisasi dan koordinasi dalam rangka pelaksanaan kampanye measles rubela di Aula Lamban Yoso, Pekon Serai, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, Selasa (10/7/2018).

Kepala Dinkes Pesibar Bambang Purwanto menjelaskan dalam kegiatan advokasi sosialisasi tersebut melibatkan 39 peserta yang berasal dari lintas sektor kabupaten dan kecamatan yang ada. Dengan tujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih tentang apa itu penyakit campak dan rubella, bagaimana penanganan dan tindakan pencegahan agar terhindar dari virus MR atau measles rubella.  



“Rubella dan campak merupakan penyakit infeksi yang dapat menular melalui saluran pernapasan dan disebabkan oleh virus. Bahaya dari virus ini menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru-paru, radang otak, kebutaan bahkan kematian. Namun penyakit ini dapat dicegah dengan cara imunisasi vaksin MR, satu vaksin dapat mencegah dua penyakit sekaligus," jelasnya.  

Imunisasi MR, lanjut dia, diberikan kepada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun.  Dan tidak terdapat efek samping setelah diberikan imunisasi. “Dan untuk di Kabupaten Pesisir Barat sendiri, target imunisasi sebanyak 44.800-an dan dapat terlaksana 100 persen. Sebab target Pemerintah pusat sendiri bahwa tahun 2020 bebas campak," kata dia.

Komentar