Lampung

Dinas PUPR Pesisir Barat Kebut Perbaikan Jalan Darurat di Pekon Mandirisejati

Pembangunan jalan darurat di jalinpanbar pekon mandiri sejati, kecamatan Krui Selatan, dengan menaikkan permukaan jalan dan memasang batang kelapa. DOk. PUPR Pesisir Barat

KRUI (Lampost.co) -- Dinas Pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) kabupaten Pesisir Barat terus berupaya perbaiki jalan darurat Pekon Mandirisejati Kecamatan Krui Selatan, Pesisir Barat yang sempat putus, guna kelancaran arus lalu lintas.

Kasi bina jasa konstruksi Dinas PUPR Pesisir Barat Hasanuddin mengatakan, dibuatnya Jembatan darurat tersebut diharapkan untuk memperlancar kendaraan dari Bengkulu menuju Bandar Lampung-atau sebaliknya. Dengan menggunakan batang kelapa, ayaman bambu, dan pasir, dengan panjang berkisar 80 meter. Nantinya, kata dia, jalan darurat itu dapat dilewati kendaraan ukuran besar dan kecil.



"Dulu sekitar satu tahun lalu pernah dibuat jalan darurat pohon pohon kelapa seperti ini, sekitar satu atau dua bulan habis terseret arus air. Tetapi sekarang konstruksinya lebih kuat dan diharapkan bertahan lama," ujarnya, Senin (10/9/2018).

Menurutnya, pekerjaan sudah dimulai pada Rabu (5/9), perkiraan sekitar 15 hari pelaksanaannya dengan mengerahkan sembilan pekerja, dan 200 batang pohon kelapa, bambu serta pasir.

"Badan jalan naik sekitar dua meter dari permukaan saat ini, ini upaya pemkab bantu pemerintah pusat agar lalu lintas di lokasi itu lancar, agar dapat dilewati waktu musim hujan," kata Hasan.

Meski jalinpanbar merupakan tanggung jawab pusat, kata dia, pemkab terus berupaya membantu mengatasi berbagai persoalan di jalan putus itu agar lalu lintas kendaraan lancar.  Ia berharap masyaralat juga dapat menjaga hasil perbaikan sementara itu sehingga dapat bertahan lama. 

"Mudah mudahan pemerintah pusat cepat membangun jembatan permanen, segera dilakukan dan cepat selesai pembangunannya,  informasinya Desember 2018 ini sudah selesai,  kan material dan alat alat untuk pembangunan jembatan itu saat ini sudah stand by di lokasi," ujarnya.

 

Komentar