Lampung

Dinas Pertanian Lamtim Belum Miliki Data Jumlah Lahan Puso dan Kerugian Petani

Sawah petani di Lamtim yang mengering dan di serang hama. (Dok/Lampost.co)

SUKADANA (Lampost.co) --  Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) belum tahu persis berapa jumlah luas lahan sawah puso dan kerugian petani akibat serangan hama dan kekeringan.

Pasalnya sampai sejauh ini, pihak Dinas Pertanian Lamtim memang belum melakukan pendataan secara perinci. Padahal produktivitas panen padi petani berkurang karena puso akibat serangan hama dan kekeringan telah berlangsung sejak awal musim tanam beberapa bulan lalu.



Kasi Perlindungan Tanaman pada Dinas PTPH, Kabupaten Lamtim, Hadi Makrum, Senin (3/9/2018) menjelaskan pada musim tanam kali ini tanaman padi petani di seluruh wilayah Kabupaten Lamtim memang tak luput dari serangan hama. Hama yang menyerang tanaman padi itu jenisnya beragam mulai dari ulat pelipat daun, wereng, sundep, tikus, hingga cendawan atau jamur penyebab patah leher tanaman padi.

Serangan hama maupun cendawan atau jamur itu sendiri diakui oleh Hadi, muncul pada semua fase tanaman padi. Dengan kata lain hama dan jamur itu muncul menyerang sejak awal  musim tanam beberapa bulan lalu hingga saat ini.

Baik serangan hama ataupun cendawan tersebut, kata dia, terhitung cukup ganas. Sebab disamping mudah meluas ke lahan-lahan sawah lainnya, serangan hama dan cendawan itu juga bisa berlangsung lama atau hingga beberapa pekan. Akibatnya ganas dan lamanya serangan hama dan jamur itu tidak sedikit tanaman padi petani yang puso.

Selain hama dan jamur, tanaman padi petani  juga tidak sedikit yang mati atau terancam puso akibat kekeringan pada musim kemarau saat ini.

Hanya saja, lanjut Hadi, meski pihaknya tahu tanaman padi petani diserang hama atau jamur serta kekeringan, namun dia mengakui pihaknya atau Dinas PTPH tidak tahu persis kerugian petani akibat puso. “Kami memang tahu kalau tanaman padi petani banyak yang puso karena diserang hama, jamur, atau kekeringan, tetapi kami tidak tahu persis berapa ton padi petani yang hilang akibat kejadian itu,” katanya.

Komentar