Pariwisata

Dinas Pariwisata Diminta Serius Kembangkan Wisata di Lampung

Perwakilan dari Bappeda Provinsi Lampung Bobby Irawan tengah memberikan saran dalam di FGD, dalam rangka mendorong pariwisata daerah melalui akselerasi pengembangan kawasan ekonomi khusus dan destinasi pariwisata prioritas. (Dok)

KALIANDA (Lampost.co) -- Dinas Pariwisata Provinsi dan kabupaten diminta untuk serius dalam mengembangkan potensi wisata, jika ingin dunia kepariwisataan di Lampung menjadi lebih maju dan berkembang.

Permintaan itu disampaikan secara tegas oleh pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung Bobby Irawan, di acara Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka mendorong pariwisata daerah melalui akselerasi pengembangan kawasan ekonomi khusus dan destinasi pariwisata prioritas yang digelar pihak Bank Indonesia (BI) perwakilan Lampung, diruang Meeting Room Grand Elty Krakatoa Resort Kalianda, belum lama ini.



"Jika ingin pariwisata di Lampung ini maju dan kunjungan wisatawannya meningkat, tolong benahi dulu sumberdaya manusia (SDM)-nya, kebersihanya dan juga sistem keamanan wisatawannya," ujar Bobby Irawan.

Menurut Bobby Irawan, persoalan kebersihan sampah dilingkungan wisata di Lampung, hingga kini masih terus menjadi permasalahan yang tidak pernah berhenti dibahas dalam setiap pertemuan. Selain itu juga soal kerusakan ekosistem laut seperti  terumbu karang yang ada di objek wisata laut di sejumlah kabupaten di wilayah Provinsi Lampung.

"Untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut, tentunya dibutuhkan penanganan yang serius dan berkelanjutan, jangan hanya cukup dengan gerakan sehari saja. Hanya pada saat ada event pariwisata baru dilakukan bersih-bersih dan perbaikan. Setelah itu diabaikan lagi. Secara jujur jumlah kujungan wisatawan di Lampung ini sangat tinggi, jadi harus ada tim khusus yang memang tugasnya menjaga kebersihan dan perawatan potensi wisata yang ada," katanya.

Dalam kesempata itu, dia mengimbauan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian terumbu karang pada objek-objek wisata laut di Lampung, itu sudah sering dibahas oleh pihaknya dalam setiap pertemuan sejak tahun 2015 lalu. Namun, pada kenyataanya gerakan itu tidak ada, hanya sebatas seremonial saja.

"Seharusnya gerakan yang dilakukan tidak hanya sebatas seremonial saja, tapi dilakukan setiap hari. Jika hal itu dilakukan secara serius, saya yakin dunia kepariwisataan di Lampung akan menjadi lebih maju dan jumlah kujungan wisatawan pun akan terus meningkat," tambahnya.

Komentar