Feature

Diatas Kursi Roda, Tak Patahkan Semangat Rafael untuk Menyaksikan Pawai Obor Asian Games

Rafael Suherman, saat menyaksikan kirab obor Asian Games, di Tugu Adipura, Rabu (8/8/2018). (Lampost.co/Asrul Septian Malik)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Lautan manusia bergumul di Tugu Adipura, landmark dari kota Bandar Lampung. Tua muda, wanita pria, berdesak-desakan, seakan tidak ada lagi ruang sekat yang ada di tugu patung gajah tersebut.

Namun dari kejauhan, terllihat dan terselip di kerumunan sebuah kursi roda yang diduduki seorang remaja usia 14 tahun. Bendera merah putih kecil, ia kibarkan perlahan, selaras dengan kaos merah yang ia kenakan.



Raut wajahnya pun tegang, namun sekali-kali memancarkan senyum disertai gerakan mengibarkan bendera merah putih kecil yang ia pegang.

Wajahnya pun makin ceria ketika sebuah api dari obor yang dibawa keliling kota Bandar Lampung tiba di Tugu Adipura.

Rafael Suherman namanya. Anak pasangan Leni dan Suherman yang tinggal di Perwata, Telukbetung Timur itu tak kuasa menahan senang, saat api obor Asian Games tiba di Tugu Adipura.

Meski dia harus berjalan menggunakan kursi roda dan dibantu sang ibu, bukan halangan bagi dirinya untuk menyaksikan kirab obor tersebut. "Seneng banget,di Lampung mungkin enggak bakal lagi ada acara pawai obor Asian Games ini," ujar siswa SMP BPK Penabur tersebut di kerumunan Tugu Adipura, Rabu (8/8/2018).

Tak sampai disitu, Rafael pun seakan-akan ingin terus menikmati dan ikut menyukseskan, gelaran pesta olahraga terbesar di benua Asia tersebut.

Bahkan, ia sudah memesan beberapa tiket pertandingan bulutangkis, dan beberapa cabang olahraga lainnya, semata-mata hanya ingin menyaksikan atlet Indonesia berjuang di medan laga sesungguhnya. "Saya nanti nonton juga di Jakarta," katanya.

Meski harus berjalan dengan kursi roda, dalam bertutur kata Rafael agak terbata-bata, sang Ibu Leni tetap sigap menemani anaknya untuk menyaksikan kirab obor tersebut. "Dia memang suka olahraga," katanya.

Komentar